Abstract :
PT Siegwerk Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidangtinta
kemasan. Pencapaian produktivitas perusahaan PT Siegwerk Indonesia kurang optimal
disebabkan masih banyak nya pemborosan (waste) pada proses produksinya. Terdapat
3 proses utama yaitu dosing process, mixing process, filling process dan proses
tambahan lainnya seperti pencucian ulang bowl Ketika ingin memulai dosing process
dan mencari overproduction untuk di proses Kembali. Proses tambahan tersebut
memunculkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah (NVA) dan aktivitas yang
wajib tapi tidak memiliki nilai tambah (NBNVA). Teknik untuk mengidentifikasi
pemborosan (waste) penelitian ini menggunakan pendekatan lean manufacturing
dengan beberapa metode diantaranya Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan
segala kegiatan yang ada berupa aliran proses, aliran material, aliran produk, dan aliran
informasi dengan tujuan untuk mengidentifikasi pemborosan dalam suatu proses.
Metode Seven Waste Relationship (SWR) untuk mencari hubungan antara tiap waste
yang teridentifikasi langsung atau tidak langsung. dan Waste Relationship Matrix
(WRM) digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan pemborosan satu dengan
lainnya berdasarkan pengelompokan kriteria menggunakan matriks, dan menentukan
upaya perbaikan yang tepat untuk mengatasi waste yang terjadi saat ini. Hasil
penelitian menunjukan hasil waste terbesar yaitu from waiting 17%, from inventory
17%, dan to motion 17%. Dengan nilai Process cycle Efficiency sebelum perbaikan
adalah 92.77% dan setelah perbaikan nilai Process cycle Efficiency naik 3.56%
menjadi 96.33 %.