Abstract :
Penelitian ini berfokus pada pelindung depan dan belakang karena
diproduksi dalam jumlah banyak dan permintaannya juga tinggi. Suatu produk
dikatakan berkualitas jika produk yang dihasilkan memenuhi standar rencana target
yang ditetapkan oleh perusahaan dengan batas toleransi maksimal 5%. Namun data
produk cacat menunjukkan bahwa persentase keseluruhan produk cacat mencapai
6% dalam 1 tahun produksi. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut telah
melebihi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan, sehingga diperlukan alat
kendali mutu untuk mengetahui penyebab cacat dan cara mengatasi cacat, agar
tidak terjadi cacat produk lebih lanjut. Pada penelitian ini, metode yang digunakan
dalam pengendalian kualitas kecacatan front dan rear guard adalah Failure Mode
Effect Analysis (FMEA) yang digunakan untuk menemukan akar penyebab
kecacatan pada produk, mengidentifikasi potensi kegagalan pada produk dan
mengatasi masalah yang paling dominan serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Dengan dibantu metode QC seven tools untuk memperkuat analisa usulan
perbaikan. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi produk cacat di PT. TPE.
Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa jenis cacat yang terjadi
pada produk front dan rear guard adalah jenis cacat pada kawat jari-jari, dan kawat
jari-jari tidak menempel. Penyebab dominan terjadinya cacat tersebut disebabkan
oleh faktor metode yaitu kesalahan dalam sistem setup mesin atau kurangnya
kontrol terhadap mesin dan untuk beberapa saran usulan perbaikan adalah
melakukan pengawasan yang ketat terhadap proses produksi dan memberikan
pelatihan. agar operator mesin lebih terampil dan dengan membuat SOP tertulis
dalam proses produksi.