Abstract :
Setiap harinya puskesmas ini melakukan pelayanan pengobatan kepada masyarakat sekitar. Catatan pelayanan pengobatan di catat kedalam pembukuan secara manual dan data tersebut akan bertambah setiap harinya, serta untuk menentukan penyuluhan apa yang akan di berikan pada masyarakat belum optimal. Maka dampak yang di timbulkan berupa penumpukan data serta memperlambat pencarian informasi dan menyebabkan sulitnya pihak puskesmas mengetahui penyakit yang banyak di derita oleh masyarakat. Peneliti menggunakan proses penggalian informasi pada kumpulan data disebut data mining, yang berfokus pada metode klasterisasi (clustering) k-means, proses pada k-means dilakukan dengan menghitung tiap data terhadap jarak terdekat pada titik pusat (centroid), terdapat 6 kali perulangan hitungan (iterasi) yang hasil dari perhitungan menghasilkan 5 cluster (kelompok). Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatan pelayanan. Dengan adanya informasi mengenai pengelompokan penyakit yang dihasilkan, diharapkan dapat mempermudah pihak puskesmas untuk mengetahui penyakit apa yang banyak di derita masyarakat sehingga dalam melakukan pengobatan dan penyuluhan menjadi tepat sasaran, efektif dan efesien.