Abstract :
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Penggunaan data mining. Prevalensi Penyakit ginjal kronis (PGK) berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia tahun 2013 adalah 0,2% dimana, prevalensi tertinggi di Sulawesi Tengah sebesar 0,5 %, diikuti Aceh, Gorontalo, dan Sulawesi Utara masing-masing 0,4 %. Sementara Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur masing? masing 0,3 % dan untuk wilayah Sumatera utara sendiri prevalensi kejadian penyakit ginjal kronis adalah 0,2%. Permasalahan lain yang juga muncul dalam proses komparasi metode Naïve Bayes dan C4.5 untuk klasifikasi penyakit ginjal kronik yaitu metode yang mana lebih optimal dalam mendapatkan hasil yang akurat. Maka dari itu perlunya melakukan komparasi dua metode tersebut guna mendapatkan hasil yang optimal. Hasil yang dicapai yaitu metode C4.5 memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada metode Naïve Bayes, dengan persentase senilai 93,7777%