Abstract :
Salah satu permasalahan umum yang terjadi pada hubungan agensi di
perusahaan saat ini yaitu adanya pemisahan kepentingan antara kepemilikan
dan pengendalian, sehingga asimetri informasi antara agen dan prinsipal
memicu tindakan yang bertujuan mencapai keuntungan pribadi. Tindakan yang
dilakukan yaitu transaksi dengan menggunakan transfer pricing yang
merupakan transaksi atau perpindahan sumber daya perusahaan menggunakan
harga yang tidak wajar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan
membuktikan pengaruh tarif pajak, tunneling incentive, dan exchange rate
terhadap transfer pricing perusahaan manufaktur yang telah go public di
Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan
keuangan perusahaan manufaktur periode 2015-2019 yang dapat diunduh di
www.idx.co.id. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling
dan pengolahan data dilakukan melalui analisis linier berganda dengan software
SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunneling incentive berpengaruh
terhadap transfer pricing. Sementara tarif pajak dan exchange rate tidak
berpengaruh terhadap transfer pricing.