Abstract :
Ion Lithium (ð¿ð‘–
2+) merupakan atom Lithium yang kehilangan 2 elektron
artinya partikel yang memiliki satu elektron atau berelektron tunggal. Ion Lithium
merupakan atom Hidrogenik dimana atom ini hanya memiliki satu elektron yang
mengelilingi inti atom. Nomor atom (ð‘) yang dimiliki oleh ion Lithium adalah 3
yang menyatakan jumlah proton dalam ion tersebut. Lithium dapat dimanfaatkan
sebagai komponen elektronika dan umumnya digunakan untuk baterai isi ulang atau
dikenal sebagai baterai ion Lithium. Kedudukan suatu elektron bersifat tidak pasti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspektasi posisi dan spektrum
energi ion ð¿ð‘–
2+ pada bilangan kuantum utama 𑛠≤ 3.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan
menggunakan metode studi literatur mengenai mekanika kuantum khususnya pada
atom Hidrogenik. Terdapat dua macam validasi yang digunakan, yaitu validasi
ekspektasi posisi elektron dan validasi spektrum energi. Nilai ekspektasi posisi
elektron dan spektrum energi ion ð¿ð‘–
2+ menggunakan perhitungan numerik
menggunakan program Matlab 2019a. Langkah-langkah dalam metode penelitian
ini antara lain adalah: persiapan; pengembangan teori; simulasi; validasi hasil
pengembangan teori; hasil pengembamgan teori; pembahsan dan kesimpulan.
Langkah pertama dalam menentukan nilai ekspektasi posisi elektron pada ion
Lithium dengan menyelesaikan fungsi radialnya ð‘…ð‘›ð‘™(ð‘Ÿ). Pada penelitian ini
penyelesaian fungsi menggunakan persamaan Schrodinger yang tidak bergantung
waktu. Penyelesaian fungsi radial tergantung pada nilai bilangan kuantum utama
(ð‘›) dan bilangan kuantum anguler (ð‘™). Pada bilangan kuantum 𑛠≤ 3, penelitian
ini menggunakan kombinasi bilangan kuantum (ð‘›, ð‘™) sebesar
(1,0), (2,0), (2,1), (3,0), (3,1), dan (3,2). Penentuan nilai ekspektasi posisi elektron menggunakan interval yang dimulai dari ð‘Ž0 hingga 9ð‘Ž0. Ekspektasi posisi
menggunakan persamaan ⟨ð‘ŸâŸ© = ∫ |ð‘…(ð‘Ÿ)
2
|ð‘Ÿ
3
ð‘‘ð‘Ÿ
∞
−∞
. Penentuan spektrum energi ð¿ð‘–
2+
menggunakan teori milik Bohr tentang atom Hidrogenik dengan persamaan ð¸ð‘› =
(−13,6â…‡ð‘‰)(ð‘
2)
ð‘›
2
.
Dari hasil pengembagan yang dihasilkan telah divalidasikan dengan
penelitiannya sebelumnya didapatkan bahwa nilai ekspetasi posisi elektron pada
ion Lithium bervariasi antara 0,0001ð‘Ž0 hingga 0,1637ð‘Ž0. Nilai tersebut
menunjukkan posisi yang sering diduduki oleh elektron. Kedudukan suatu elektron
sesuai dengan rapat probabilitas radial pada setiap keadaannya. Sedangkan
spektrum energinya pada keadaan dasar hingga tereksitasi kedua berturut-turut
menghasilkan nilai −122,4 â…‡ð‘‰, −30,6 ⅇ𑉠dan −13,6 â…‡ð‘‰. Spektrum energi
menunjukkan nilai yang semakin mengecil saat bilangan kuantum utamanya
membesar. Seiring bertambahnya n untuk suatu atom, maka bertambah juga jarak
rata-rata elektron dari nukleus. Sebuah elektron bermuatan negatif yang terletak
lebih dekat ke inti yang bermuatan positif maka akan tertarik ke inti lebih kuat
daripada elektron yang lebih jauh di luar atom tersebut. Ini berarti bahwa elektron
dengan nilai n yang lebih tinggi lebih mudah keluar dari atom. Data spektrum energi
didapatkan dalam bentuk spektrum garis. Hal ini dikarenakan elektron bersifat
diskrit dimana elektron hanya menempati orbit-orbit tertentu (ð‘›).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nilai ekspektasi posisi elektron ion ð¿ð‘–
2+
bervariasi dari 0.0001ð‘Ž0 hingga 0.1637ð‘Ž0. Semakin besar interval ð‘Ž0, maka akan
menunjukkan nilai ekspektasi posisi yang mendekati nilai konstan pada setiap
keadaan dimana pada ð‘› = 1 menunjukkan nilai konstan pada interval 2ð‘Ž0, pada
ð‘› = 2 menunjukkan nilai konstan pada interval 4ð‘Ž0, pada ð‘› = 3 menunjukkan nilai
konstan pada interval 7ð‘Ž0. Nilai yang konstan menandakan bahwa elektron ratarata memang terletak pada posisi tersebut. Spektrum energi elektron ion ð¿ð‘–
2+
berbanding terbalik dengan kuadrat dari bilangan kuantum utama dimana semakin
besar 𑛠−nya, maka semakin kecil energi elektronnya. Nilai energi elektron ion
ð¿ð‘–
2+ pada keadaan dasar (ð¸1
) adalah 122,4 â…‡ð‘‰, keadaan tereksitasi pertama
(ð¸2
) adalah 30,6 ⅇ𑉠dan keadaan tereksitasi kedua (ð¸3
) adalah 13,6 â…‡ð‘‰.