DETAIL DOCUMENT
Optimasi Tween dan Polietilen Glikol dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Natrium Diklofenak dengan Fase Minyak Asam Oleat
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jember
Author
PUTRI, Mutiara Permata
Subject
Natrium diklofenak 
Datestamp
2022-06-27 15:30:19 
Abstract :
Natrium diklofenak merupakan salah satu nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) non-selektif yang digunakan pada terapi osteoartritis (OA) dengan tanda dan gejala seperti hilangnya tulang rawan artikular, pembentukan osteofit, nyeri, dan keterbatasan gerak. Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS), natrium diklofenak diklasifikasikan sebagai obat BCS kelas 2 dengan kelarutan rendah namun permeabilitas tinggi. Modifikasi sistem penghantaran obat berbasis lipid seperti emulsi cocok untuk mengatasi natrium diklofenak yang termasuk ke dalam obat BCS kelas 2. Self-nanoemulsifying drug delivery systems (SNEDDS) merupakan modifikasi nanoemulsi yang terdiri dari campuran isotropik antara minyak atau lipid, surfaktan, kosurfaktan, dan bahan aktif yang memiliki kemampuan untuk membentuk nanoemulsi minyak dalam air (o/w) setelah terekonstitusi di dalam cairan lambung dengan adanya agitasi ringan. SNEDDS menghasilkan droplet dengan ukuran kurang dari 200 nm. Ukuran droplet yang kecil ini akan meningkatkan luas permukaan sehingga menghasilkan pelepasan obat yang lebih cepat ke seluruh gastrointestinal. SNEDDS cenderung lebih stabil secara fisika dan kimia jika dibandingkan dengan nanoemulsi yang mengandung air. Pada formulasi SNEDDS, dibutuhkan 3 eksipien penting seperti fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan. Pemilihan ketiga eksipien tersebut didasarkan pada kemampuannya dalam melarutkan natrium diklofenak. Fase minyak berfungsi untuk melarutkan sejumlah tertentu obat lipofilik sedangkan surfaktan dan kosurfaktan berfungsi untuk menurunkan tegangan antarmuka minyak dan air. 

Institution Info

Universitas Jember