DETAIL DOCUMENT
Identifikasi Respon Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Katarak di Kabupaten Jember
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jember
Author
SYARIFAH, Rifatus
Subject
Respon Kecemasan 
Datestamp
2019-11-14 02:36:10 
Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi respon kecemasan pada pasien pre operasi katarak di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Jumlah populasi pada penelitian sebanyak 165 pasien pre operasi katarak di Rumah Sakit dr. Soebandi, RS Balung dan RS Bina Sehat. Pengambilan sampel sebanyak 120 pasien dengan teknik purposive sampling. Indikator respon kecemasan pada penelitian diadopsi dari kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang terdiri dari 14 indikator kecemasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon kecemasan pada pasien pre operasi katarak paling besar terjadi pada gejala somatik (otot) dimana sebanyak 44 orang (36,7%) pasien mengalami gejala somatik (otot) berat yang ditandai dengan lebih dari separuh gejala somatik (otot) yang dialami oleh pasien pre operasi katarak. Tingkat kecemasan yang dialami pasien pre operasi katarak sebanyak 51 orang (42,5%) pasien mengalami kecemasan ringan, 33 orang (27,5%) tidak ada kecemasan, 32 orang (26,5%) mengalami kecemasan sedang dan 4 orang (3,3%) mengalami kecemasan berat. Gejala somatik (otot) merupakan salah satu respon fisik kecemasan. Gejala somatik (otot) terdiri dari sakit atau nyeri di otot - otot, kaku, kedutan, gigi gemerutuk dan suara tidak stabil. Gejala somatik (otot) yang sering muncul pada pasien pre operasi katarak adalah kekakuan. Kekakuan yang terjadi pada pasien pre operasi katarak apabila tidak segera diatasi dapat menyebabkan kelelahan dimana kelelahan dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi katarak. Peningkatan tekanan darah dapat berdampak terhadap proses operasi salah satunya adalah operasi tidak dapat terlaksana ata dibatalkan. Hal ini terjadi karena peningkatan tekanan darah dapat mengganggu terhadap efek dari obat anastesi. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu respon kecemasan pada pasien pre operasi paling banyak terjadi pada gejala somatik. Tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak yaitu paling banyak adalah kecemasan ringan. Maka dari itu perlu adanya suatu intervensi guna mengurangi respon kecemasan yang dialami pasien pre operasi katarak. Intervensi yang dapat dilakukan yaitu melalui edukasi dan terapi relaksasi otot progresif kepada pasien pre operasi katarak. Sehingga dengan adanya penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi respon kecemasan pada pasien pre operasi katarak. 

Institution Info

Universitas Jember