Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
S A M S I R S A M S I R (STUDENT ID : P1300 205 008)
Dr . Ir. Ria Wikantari, M.Arch (LECTURER ID : 0015096204)
Subject
HD28 Management. Industrial Management
Datestamp
2021-11-11 01:11:53
Abstract :
SAMSIR, Kajian Ketersediaan Sarana Sosial Ekonomi Perkotaan Dalam Menujang
Pengembangan Ibukota Kabupaten Kolaka Utara ( dibimbing oleh Ria Wikantari dan
Mary Selintung ).
Penelitian ini bertujuan untuk menidetifikasi ketersediaan sarana sosial ekonomi
perkotaan yang ada saat ini dalam mendukung pengembangan Ibukota Kabupaten Kolaka
Utara hingga 20 tahun mendatang serta merumuskan strategi yang dapat ditempuh oleh
pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam mewujudkan alokasi ketersediaan sarana
sosial ekonomi perkotaan.
Penelitian ini menggunakan metode survey langsung kelapangan guna memperoleh datadata yang terkait dengan ketersediaan sarana sosial ekonomi perkotaan yang diuraikan
secara deskriptif kuantitati maupun kualitatif.
Ditinjau dari aspek penduduk pendukung ketersediaan sarana sosial ekonomi perkotaan di
kecamatan Lasusua belum mendukung kebutuhan pengembangan Ibukota kabupaten
Kolaka Utara hingga 20 tahun mendatang diakibatkan oleh berbagai permasalahan
perkotaan yang komplit dimana pada dasarnya penyediaan pengelolaan sarana dan
prasarana perkotaan merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai mana tercantum di
dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1987, tentang penyerahan
prasarana lingkungan, utilitas umum dan fasilitas sosial harus diserahkan dan dikuasai
oleh pemerintah
Strategi yang dapat ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Kolaka Utara khususnya
Kecamatan Lasusua, berupa melibatkan semua lapisan masyarakat dalam upaya
swakelola pembangunan sarana peribadatan, pendidikan, kesehatan dan lain - lain yang
didukung secara Finansial oleh pemerintah kabupaten. Pemerintah Kabupaten Kolaka
Utara juga perlu untuk mengambil inisiatif dalam menentukan pusat pengembangan
wilayah yang baru dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung akseslerasi
pembangunan kabupaten serta konsep penyebaran titik-titik pertumbuhan baru dengan
melakukan pemerataan pembangunan dengan mengembangkan konsep kawasan cepat
tumbuh dan kawasan andalan kabupaten maupun pengembangan kawasan sentra
produksi.