DETAIL DOCUMENT
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)DALAM PENENTUAN KOEFISIEN LIMPASAN (KOTA GORONTALO)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
A. ZAKI INDIRHAM (STUDENT ID : D11105086)
Dr. Eng. Mukhsan Putra H., ST., MT. (LECTURER ID : 0012057302)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2021-11-11 02:51:36 
Abstract :
ABSTRAK Kebutuhan akan data dan informasi secara cepat untuk berbagai kepentingan seperti pembangunan dan penelitian dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dapat ditempuh dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG sebagai suatu alat mempunyai keunggulan dalam memadukan data dan analisis data keruangan baik yang berbentuk data grafis raster, data grafis vektor maupun atribut untuk memperoleh suatu informasi baru yang berbasis geografis. Besarnya aliran permukaan juga merupakan suatu informasi yang sangat diperlukan dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Besarnya aliran permukaan dipengaruhi oleh jenis penutupan lahan, tanah, dan kelerengan.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daerah rawan limpasan suatu Daerah Aliran Sungai dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk keperluan pengelolaan DAS Bone dan DAS Bolango (perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi), serta dengan analisa spasial, yaitu dengan menumpang susunkan (overlay) beberapa layer, dapat digambarkan derah rawan limpasan sungai di Kota Gorontalo yang bisa menyebabkan banjir yang disebabkan beberapa faktor yaitu kemiringan lereng, infiltrasi dan tekstur tanah. Metode yang digunakan dalam menghitung besar aliran permukaan adalah Metode Rasional. Data yang diperlukan berupa data curah hujan, Peta Citra Kota Gorontalo, peta DAS, peta kemiringan lereng, peta infiltrasi tanah dan peta tekstur tanah Kota Gorontalo. Data curah hujan yang dipakai adalah data curah hujan harian yang tercatat pada Stasiun Lonuo, Stasiun Boidu dan Stasiun Isimu. Data curah hujan ini kemudian digunakan untuk menghitung intensitas hujan menggunakan Metode Mononobe. Dari pengolahan peta Citra akan menghasilkan peta penutupan lahan yang akan digunakan untuk menentukan nilai koefisien aliran permukaan berdasarkan klasifikasi lahan. Hasil penelitian ditinjau dari segi keruangan (spasial), yakni dengan melakukan tumpang susun (overlay) antara layer limpasan sungai dan layer debit lahan, menunjukkan daerah rawan limpasan sungai terletak pada tutupan lahan berupa permukiman, sawah dan sebagian hutan tanaman, tekstur tanah berupa geluh lempung dan geluh, di mana kedua jenis tanah ini sulit menyerap air, kemiringan lereng yang cukup bervariasi, yaitu 0-2% hingga 3-5%, daerah yang lebih rendah, yakni ke arah selatan Kota Gorontalo. Adapun beberapa kecamatan yang diperkirakan termasuk didalamnya adalah Kecamatan Kota Utara, Kecamatan Kota Timur, Kecamatan Kota Selatan dan sebagian Kecamatan Kota Barat. 
Institution Info

Universitas Hasanuddin