Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Yuki Qadriah Hasanuddin (STUDENT ID : Q11115310)
Dr. Muh. Tamar, M.Psi. (LECTURER ID : 0031126448)
Dra. Dyah Kusmarini, M.Si. (LECTURER ID : 9900006692)
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2021-11-10 00:58:13
Abstract :
Yuki Qadriah Hasanuddin, Q11115310, Perbedaan Regulasi Diri pada Perilaku Berkendara Positif Pengendara Sepeda Motor Mahasiswa S1 Universitas Hasanuddin, Skripsi, Fakultas Kedokteran, Program Studi Psikologi, 2021.
Perilaku berkendara merupakan pengendara yang memiliki niat baik dalam lalu lintas. Pengendara yang menerapkan perilaku berkendara positif dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalan. Keselamatan lalu lintas dipengaruhi oleh kemampuan regulasi diri seseorang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan regulasi diri pada perilaku berkendara positif pada pengendara sepeda motor mahasiswa S1 Universitas Hasanuddin. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan berupa wawancara. Sebanyak lima responden kategori perilaku berkendara positif tinggi dan lima responden kategori perilaku berkendara positif rendah. Kesepuluh responden tersebut dijaring perilaku berkendara positifnya dengan menggunakan skala Positive Driving Behavior Scale dari Ozkan & Lajunen (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan regulasi diri pada perilaku berkendara positif pengendara sepeda motor mahasiswa S1 Universitas Hasanuddin. Pada pengendara kategori perilaku berkendara positif tinggi ditemukan lebih banyak regulasi dirinya cukup memadai dibandingkan responden berdasarkan kategori perilaku berkendara positif rendah. Pada penentuan standar responden dengan kategori tinggi menganggap aturan lalu lintas sebagai pedoman dan sesuatu yang harus dipatuhi, sedangkan kategori rendah menganggap aturan lalu lintas bisa dilanggar. Pada proses monitoring responden memahami keterbatasan dan menyadari bahwa tindakannya salah sehingga ingin memperbaiki perilakunya yang melanggar lalu lintas, sedangkan pada kategori rendah hanya ingin melakukan perubahan dalam diri, namun dalam penerapannya tidak melakukan perubahan. Pada proses willpower responden memiliki dorongan untuk melakukan perubahan dalam perilakunya seperti tidak lagi melakukan pelanggaran, namun dikatakan cukup memadai karena belum diterapkan secara maksimal atau masih melakukan pelanggaran, sedangkan pada kategori rendah dorongan melakukan pelanggaran karena hanya ingin melakukan pelanggaran tanpa ada yang memotivasi, serta dalam penerapannya tidak ada perubahan dalam perilakunya.
Kata Kunci: regulasi diri, perilaku berkendara positif