DETAIL DOCUMENT
KELAYAKAN PENERAPAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK SISTEMTERPUSAT DAN LOKASI LAHAN BASAH BUATAN DI KOTAKENDARI FEASIBILITYOF OFF-SITE SYSTEMDOMESTICWASTEWATER TREATMENT APPLICATION AND CONSTRUCTED WETLAND LOCATIONIN KENDARI CITY
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Ridwan Sale (STUDENT ID : P2800211019)
Prof. Dr. Ir. Mary Selintung, M.Sc (LECTURER ID : )
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2021-11-10 00:55:55 
Abstract :
Ridwan Saleh. Kelayakan Penerapan Pengolahan Air Limbah Domestik Sistem Terpusat dan Lokasi Lahan Basah Buatan di Kota Kendari (dibimbing oleh Mary Selintung dan Roland A Barkey). Tingkat pencemaran di Teluk Kendari akibat dari air limbah domestik dapat dikurangi dengan penerapan teknologi lahan basah buatan. Sebagai studi kelayakan, terutama berdasarkan aspek lokasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kelurahan yang layak penerapan pengolahan air limbah domestik dengan sistem terpusat, dan (2) Lokasi instalasi pengolahan air limbah domestik dengan teknologi lahan basah buatan yang layak. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mandonga dan Kadia, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, mulai Bulan April sampai dengan Juli 2013. Metode analisis pertama yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan metode skoring berdasarkan parameter-parameter kepadatan penduduk, air tanah dangkal, topografi, kemiringan lereng, dan sumber air bersih. Analisis kedua yaitu menggunakan analisis spasial dengan metode overlay berdasarkan parameter-parameter jarak wilayah pelayanan, jarak dari sumber air bersih, jarak dari pusat permukiman, tata guna lahan, kemiringan lereng, dan jarak dari jalan untuk menentukan lokasi IPAL Domestik yang layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Mandonga dan Korumba di Kecamatan Mandonga, dan Kelurahan Bende, Anaiwoi, Wowawanggu, dan Pondambea di Kecamatan Kadia, layak menerapkan pengolahan air limbah dengan sistem terpusat. Berdasarkan hasil analisis dengan metode overlay, didapat lokasi yang layak untuk pembangunan IPAL Domestik dengan teknologi lahan basah buatan sebesar 3,49 Ha, dimana 3,10 Ha berada pada areal mangrove dan 0,39 Ha berada pada areal tambak, yang dapat melayani sekitar ± 84.250 jiwa. Kata kunci : Air limbah, Lahan basah buatan, Kelayakan, Lokasi 
Institution Info

Universitas Hasanuddin