Abstract :
Kabupaten Gowa memiliki potensi wisata untuk bersaing di Sulawesi Selatan dengan visi
menjadi 3 besar kontributor utama dalam penguatan daya saing pariwisata Sulawesi
Selatan. Tujuan penelitian ini ditetapkan untuk mengidentifikasi karakteristik elemen
sistem pariwisata dan mengukur indeks daya saing pariwisata Kabupaten Gowa. Dalam
mencapai tujuan penelitian, digunakan metode analisis deskriptif kualitatif menjelaskan
karakteristik elemen sistem pariwisata, analisis spasial berupa analisis overlay dan buffer,
dan analisis deskriptif kuantitatif digunakan mengukur daya saing pariwisata dengan
metode competitiveness monitor. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa sistem
pariwisata Kabupaten Gowa banyak dibentuk oleh pengaruh sejarahnya sebagai kerajaan
besar serta keindahan alam pegunungan yang cukup jarang ditemui di Sulawesi Selatan
sehingga dapat menarik wisatawan. Potensi ini juga ditunjang dari subsistem eksternal
yang memadai dengan kondisi alam, bonus demografi, kemajuan teknologi, kentalnya
sosial-budaya, kestabilan ekonomi, dan kebijakan pariwisatanya. Setelah melakukan
pengukuran daya saing pariwisata, diperoleh hasil bahwa Infrastructure Development
Indicator (IDI) menjadi satu-satunya indikator yang memasuki tahap penyempurnaan
dengan nilai 2.511. Tiga indikator dalam tahap berkembang yakni Technology Advanced
Indicator (TAI), Human Resources Indicator (HRI), dan Social Development Indicator
(SDI). Sementara empat lainnya, yakni Environment Indicator (EI), Human Tourism
Indicator (HTI), Price Competitiveness Indicator (PCI), dan Openess Indicator (OI) berada
pada kategori belum berkembang dengan nilai 0.896, 0.698, 0.752, dan 0.808.
Perhitungan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk peningkatan daya saing dengan
melihat indikator berdaya saing belum berkembang, kemudian mengambil tindak lanjut
guna mewujudkan visi pembangunan pariwisata Kabupaten Gowa.