DETAIL DOCUMENT
STUDI KASUS SUSPECT LEPTOSPIROSIS PADA ANJING DI PDHB DRH. CUCU K. SAJUTHI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Nurul Mukhlisah (STUDENT ID : C024192024)
drh. Risha Catra Pradhany, M.Si (LECTURER ID : 8900700020)
drh. A. Magfira Satya Apada, M.Sc (LECTURER ID : 0007088502)
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2021-08-20 02:50:37 
Abstract :
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira yang patogen dan bersifat zoonosis. Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di daerah tropis termasuk Indonesia. Penyakit ini mampu menginfeksi semua jenis mamalia seperti anjing. Leptospirosis pada anjing jarang menimbulkan gejala klinis, tetapi dapat menularkan melalui urin kepada hewan yang lain, manusia maupun lingkungan. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari kasus leptospirosis pada anjing dengan cara mendiagnosa dan melakukan penanganan berupa terapi pengobatan. Roska adalah anjing ras Chihuahua berumur 6 tahun dengan berat badan 3,6 kg. Suhu tubuh 38.3oC dan mengalami muntah dan hernia inguinal. Hasil pemeriksaan fisik mengalami kelemahan otot, anoreksia dengan CRT < 2 detik dan mukosa pucat. Pemeriksaan hematologi menunjukkan nilai WBC meningkat. Kemudian, pemeriksaan kimia darah menunjukkan nilai BUN dan kreatinin meningkat, enzim hati seperti AST, ALT, dan ALP juga meningkat Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya kelainan pada organ hati dan ginjal yaitu sel-sel hati menjadi tidak seragam dan disertai dengan spot-spot hyperechoic, kondisi ginjal kanan dan kiri memiliki korteks dan medulla yang batas antara kedua bagian tersebut tidak terlihat jelas, ukuran diameter dari ginjal sedikit membesar. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan sonogram menunjukkan diagnosa akhir suspect leptospirosis. Terapi simptomatik yang diberikan yaitu pemberian antibiotik ampicillin dan doxycycline, Ondansetron HCl dan Inpepsa sebagai obat antiemetik, Hematodin dan Biodin sebagai multivitamin tubuh, dan Ornipural Solution untuk vitamin hati. Selain itu juga diberikan pengobatan terapi cairan dan resep obat oral dari dokter hewan. Pencegahan kasus leptospirosis dapat dilakukan dengan vaksinasi, mengatur jarak antara hewan, desinfeksi, dan sanitasi lingkungan. 
Institution Info

Universitas Hasanuddin