DETAIL DOCUMENT
Analisis Pengaruh Konflik Suriah terhadap Perjuangan Daerah Otonom-Kurdi Rojava menggunakan Method of Historical Structure (MHS)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Mohammad Nur Fiqri (STUDENT ID : E13115512)
Agussalim, S.I.P., MIRAP. (LECTURER ID : 0018087605)
Drs. Munjin Syafik, M,.Si. (LECTURER ID : 0024046314)
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2021-08-20 07:46:15 
Abstract :
Mohammad Nur Fiqri, E131 15 512, dengan judul skripsi ?Analisis Pengaruh Konflik Suriah Terhadap Perjuangan Daerah Otonom Kurdi-Rojava menggunakan Method of Historical Structure (MHS)? di bawah bimbingan Agussalim, selaku Pembimbing I dan Munjin Syafik Asy?ari, selaku Pembimbing II, Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konflik Suriah terhadap perjuangan daerah otonom Rojava. Penelitian ini menguraikan tiga dimensi pengaruh konflik Suriah, yakni dimensi ideologi politik (ideas), dimensi kapasitas material (material capabilities) dan dimensi institusi (institutions) yang dapat diartikan sebagai sarana hegemoni. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif. Data diperoleh dari melalui telaah pustaka dan studi literatur berupa buku, jurnal, dokumen, dan berbagai sumber lainnya. Data dianalisis secara kualitatif, adapun data kuantitatif digunakan sebagai penunjang untuk memperjelas analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan daerah otonom Kurdi-Rojava dipengaruhi oleh konflik Suriah melalui tiga dimensi melalui ideologi politik, kapasitas material, dan institusi. Kontestasi ideologi politik yang memiliki pengaruh terhadap pembentukan daerah otonom Rojava antara lain, Nasionalisme Arab (Pan-Arabisme) melalui program Arab Belt Rezim Baath dan negara reional Arab melalui SNC (Syrian National Coalition), Etno-nasionalisme Kurdi, dan Salafi Jihadisme. Dimensi material yang bepengaruh terhadap pembentukan Rojava adalah ketimpangan akses sumber daya alam terhadap wilayah komunitas Kurdi-Suriah dan kapasitas organisasional serta militer PYD (Democratic Union Party) sebagai kekuatan utama pengorganisasian Kurdi-Suriah di wilayah utara Suriah. Terakhir, dimensi institusi sebagai sebuah sarana hegemoni rezim diberlakukan melalui proses Arabisasi yang dipraktikkan melalui kekerasan kultural dan Rojava hadir di tengah krisis organik konflik sebagai sebuah kekuatan kontra-hegemoni. 
Institution Info

Universitas Hasanuddin