Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Achmad Dalvin (STUDENT ID : E41114308)
Dr. Hasbi, S.Pt., M.Si. (LECTURER ID : 0002107705)
Drs. Arsyad, M.Si. (LECTURER ID : 0010036308)
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2021-08-24 01:44:54
Abstract :
Achmad Dalvin, E411 14 308, ?Konstruksi Sosial Zero Waste : Pada Masyarakat
Kel Ballaparang Kec Rappocini di Kota Makassar ?. Dibimbing oleh Drs. Hasbi,
M.Si, Ph.D dan Drs. Arsyad Genda, M.Si Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Hasanuddin Makassar.
Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui proses Konstruksi Sosial Zero
Waste pada masyarakat rappocini Kel.Ballaparang di Kota Makassar, dan yang kedua
untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh komunitas Zero Waste dalam
mengurangi sampah plastik di Kota Makassar.
Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih satu bulan, yaitu bulan Maret 2021. Adapun
lokasi penelitian ini yaitu Lorong Pelita Bangsa, Kel. Ballaparang, Kec. Rappocini di
Kota Makassar. Adapun tipe penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif
kualitatif dengan dasar penelitian studi kasus dengan teknik sampling purpossive
sampling. Informan terdiri dari 5 orang, yaitu 1 orang Ketua gerakan bank sampah Pelita
bangsa Makassar Kelurahan Ballaparang dan 1 orang sebagai pendiri komunitas Zero Waste
Makassar, aktif di beberapa kegiatan sosial terkait isu-isu lingkungan, dan 3 orang
masyarakat pelita bangsa Kel Ballaparang Kec Rappocini di Kota Makassar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Konstruksi Sosial dimulai dari
ketertarikan ibu R terkait isu lingkungan dengan konsep Zero waste ditambah lagi
sosialisasi dari komunitas zero waste Makassar yang intens. Konstruksi sosial ini bisa
dilanggengkan sampai hari ini, karena sosialisasi yang terus menerus dilakukan oleh
pengurus bank sampah lorong pelita bangsa serta dukungan dari berbagai pihak,
seperti pemerintah. Selain itu, konstruksi sosial ini di anggap berhasil karena adanya
output yang jelas dan menjadi kebutuhan masyarakat di lorong Pelita Bangsa
Kelurahan Ballaparang, yakni konsep bank sampah dengan menjual sampah
mendapatkan uang. Program zero waste dijadikan aktivitas bagi masyarakat lorong
pelita bangsa baik secara kognitif maupun afektif dalam bentuk pelatihan pengolahan
sampah plastik, budidaya maggot dan pembuatan eco enzim