DETAIL DOCUMENT
KEKUASAAN DAN DOMINASI ORDE BARU PADA KUMPULAN CERPEN IBLIS TIDAK PERNAH MATI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Muhammad Luthfi Pradana Al-ghifahri (STUDENT ID : F11116302)
Drs. Yusuf, SU. (LECTURER ID : 0001126021)
Dra. Muslimat, M.Hum. (LECTURER ID : 0001016802)
Subject
PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania 
Datestamp
2021-08-24 01:58:34 
Abstract :
Muhammad Luthfi Pradana Al-Ghifahri Kekuasaan dan Dominasi Orde Baru dalam Kumpulan Cerpen Iblis Tidak Pernah Mati Karya Seno Gumira Adjidarma: Tinjauan Sosiologi Sastra, (dibimbing oleh Yusuf Ismail dan Muslimat). Otoritas Birokrasi merupakan bagian dari kekuasaan dan dominasi. Sistem yang terbentuk melalui otoritas birokrasi adalah pemerintahan. Secara struktural pemimpin dibutuhkan untuk menjalankan tugas sesuai fungsinya. Ketimpangan baru muncul, apabila pemimpin memanfaatkan akses kekuasaan yang ada. Corak ketimpangan tersebut hadir di dalam kumpulan cerpen Iblis Tidak Pernah Mati. Keadaan yang hadir di dalam kumpulan cerpen tersebut berusaha untuk diungkapkan. Agar tindakan-tindakan menyimpang penguasa bisa dikenali. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah studi pustaka dengan menggunakan dua teknik, yakni (1) membaca sejumlah buku referensi terkait penelitian dan (2) menandai serta mencatat bagian penting dalam buku referensi dan objek kajian. Data kemudian dianalisis secara deksriptif dengan menggunakan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat tindakan sosial. pendekatan sosiologi sastra menurut Max Weber. Adapun tindakan sosial tersebut, yaitu: (1) Zwerk Rational, (2) Werktrational Action, (3) Affectual Action, dan (4) Traditional Action. Keempat tindakan sosial tersebut hadir pada setiap cerpen melalui tokoh-tokoh cerita yang ada. Setiap tokoh menunjukkan pengaruh relasi kuasa antara penguasa dan rakyat. 
Institution Info

Universitas Hasanuddin