DETAIL DOCUMENT
FENOMENA GOLONGAN PUTIH DI KOTA MAKASSAR PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN 2013
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
MUHAMMAD RABBANI (STUDENT ID : E11109259)
Dr. Muhammad Saad, MA. (LECTURER ID : 0028015506)
Ariana Yunus ,S.IP.,M.Si (LECTURER ID : )
Subject
JA Political science (General) 
Datestamp
2021-11-09 03:54:58 
Abstract :
ABSTRAK Muhammad Rabbani, Nim E11109259, dengan judul ?Fenomena Golongan Putih di Kota Makassar pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2013? di bawah bimbingan Dr.Muhammad Saad ,MA sebagai pembimbing I, dan Ariana Yunus ,S.IP.,M.Si sebagai pembimbing II Penelitian ini mencoba untuk mengetahui dan menganalisis Fenomena golongan putih di kota Makassar pada Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah provinsi Sulawesi selatan 2013 . Peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian ini, karena dalam pelaksanaan pemilu masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput) pada saat pemilihan khususnya masyarakat di Kota Makassar. Dengan melihat keadaan ini, maka penelitian ini ingin mencoba meneliti bagaimana keberadaan golput yang ada di kota Makassar serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi munculnya Golput di Kota makassar dalam Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah provinsi Sulawesi selatan 2013. Teori yang digunakan dalam menjelaskan permasalahan tersebut adalah Teori Perilaku Pemilih, Faktor Yang Mempengaruhi tidak Memilih ( Golput) , dan Konsep Golongan Putih. Adapun metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan Informan masyarakat di Kecamatan Tamalanrea. Faktor latarbelakang social ekonomi seperti pendidikan, pekerjaan dan keadaan ekonomi sangat memberikan pengaruh kepada masyarakat di Kecamatan Tamalanrea dalam hal tidak ikut memilih (golput) pada saat pemilihan. Faktor psikologis dan pilihan rasional juga turut mempengaruhi mereka untuk tidak ikut serta dalam pemilihan. Dalam hal ini masyarakat masih kurang percaya terhadap calon kepala daerah atau wakil calon kepala daerah, karena masyarakat menganggap janji-janji pada saat kampanye tidak terealisasi apabila kekuasaan sudah dimiliki mereka dan kebijakan yang diberikan jauh dari kata memuaskan. Hali inilah yang membuat masyarakat tidak ikut memilih (golput) pada saat pemilihan berlangsung. 
Institution Info

Universitas Hasanuddin