DETAIL DOCUMENT
DESAIN AGROFORESTRI PADA LAHAN KRITIS DI DESA KAYU LOE KECAMATAN BANTAENG KABUPATEN BANTAENG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
AL BASRI (STUDENT ID : P3700211008)
Prof. Dr. Ir. Samuel A. Paembonan M.Sc (LECTURER ID : 0015015502)
Dr. Ir. Syamsuddin Millang, MS (LECTURER ID : 0031126016)
Subject
SD Forestry 
Datestamp
2021-11-09 05:47:51 
Abstract :
AL BASRI. Desain Agroforestri Pada Lahan Kritis di Desa Kayu Loe Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Di Bimbing oleh SAMUEL A. PAEMBONAN dan SYAMSUDDIN MILLANG. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lahan kritis, menganalisis nilai sosial, mengkaji kesesuaian lahan, menganalisis nilai ekonomi dan menyusun desain agroforestri untuk penggunaan lahan secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2013, dengan tahapan pelaksanaan penelitian yakni pertama, pengumpulan data primer dan data sekunder, kedua pengumpulan data biofisik untuk evaluasi kesesuaian lahan dan pengumpulan data sosial ekonomi, ketiga analisis data dan menyusun desain agroforestri pada lahan kritis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa lahan di lokasi penelitian termasuk dalam kategori kritis dan agak kritis. Faktor yang memengaruhi pelaksanaan agroforestri yakni umur petani, tingkat pendidikan, luas lahan, status ekonomi dan kualitas lahan. Evaluasi kesesuaian lahan terhadap jenis tanaman pada tipe agrisilvikultur untuk tanaman kayukayuan tergolong kelas S3ehf (sesuai marginal), tanaman komoditi dan tanaman semusim tergolong kelas S3ehfn (sesuai marginal) sedangkan pada tipe agrosilvopastura tanaman kayu-kayuan dan tanaman komoditi tergolong kelas Nrc (tidak sesuai) dan tanaman semusim tergolong kelas S3rcn (sesuai marginal). Hasil analisis finansial pada tipe agrisilvikultur nilai BCR sebesar 2,84 dan nilai NPV sebesar Rp. 6.677.092/tahun dan tipe agrosilvopastura diperoleh nilai BCR sebesar 2,48 dan nilai NPV sebesar Rp. 7.885.844/tahun, sedangkan jagung monokultur nilai BCR sebesar 1,16 dan nilai NPV sebesar Rp. 487.247. Desain agroforestri menurut landscape yang direkomendasikan adalah tanaman kayu-kayuan seperti sengon buto, suren, jati putih ditanam pada punggung bukit, tanaman komoditi seperti pala, kopi, kemiri dan sukun ditanam pada bagian lereng dan tanaman semusim ditanam pada lahan datar 
Institution Info

Universitas Hasanuddin