DETAIL DOCUMENT
ANALISIS DISTRIBUSI INFEKSI Mycobacterium bovis DENGAN TEKNIK KONVENSIONAL, POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN ENREKANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
JUWITA, SARTIKA
Prof.Ahyar Ahmad, Ph.D. (LECTURER ID : )
Dr. Rosana Agus, M.Si., M.Si. (LECTURER ID : 0005096502)
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2021-11-09 06:21:59 
Abstract :
SARTIKA JUWITA. Analisis distribusi infeksi Mycobacterium bovis dengan teknik konvensional, Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Geographical Information System (GIS) pada ternak sapi perah di Kabupaten Enrekang (Pembimbing Mochammad Hatta dan Lucia Muslimin). Bovine tuberculosis adalah penyakit zoonosis penting yang tersebar di seluruh dunia. Mycobacterium bovis merupakan agen penyebab bovine tuberculosis pada ternak, hewan domestikasi lain dan satwa liar. Mycobacterium bovis berpotensi menyebabkan bahaya kesehatan baik pada hewan maupun manusia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kemampuan sejumlah tes untuk mendeteksi Mycobacterium bovis yaitu tes konvensional dengan pewarnaan basil tahan asam (BTA) dan kultur, serta tes molekuler dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), (2) melihat distribusi infeksi Mycobacterium bovis di lapangan dengan teknik Geographical Information System (GIS). Penelitian ini adalah penelitian eksploratif untuk menganalisis kemampuan sejumlah tes yang digunakan untuk mendeteksi Mycobacterium bovis dan untuk mengetahui distribusi infeksi Mycobacterium bovis di lapangan. Pengambilan sampel susu ternak sapi perah dilakukan secara acak dari dua kecamatan yang mewakili lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik crosstabulation yang dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 sampel susu ternak sapi perah yang dilakukan pewarnaan basil tahan asam (BTA) terhadap dekontaminasi susu terdapat 2 sampel (3,3 %) yang positif Mycobacterium bovis, 60 sampel susu (100%) negatif terhadap kultur bakteri dan 6 sampel (10%) dengan pengujian PCR positif Mycobacterium bovis. Sensitifitas pengujian PCR sebesar 100% dan spesifitas 93,1% dibandingkan dengan uji pewarnaan BTA dekontaminasi susu. Enam sampel positif pengujian PCR selanjutnya dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) maka terlihat 2 sampel yang berkelompok (kluster) sedangkan empat sampel lain terlihat tersebar. Kata Kunci : Mycobacterium bovis, Teknik Konvensional, PCR, Ternak Sapi Perah 
Institution Info

Universitas Hasanuddin