DETAIL DOCUMENT
LITERATURE REVIEW: PENATALAKSANAAN PERFORASI SINUS MAKSILARIS AKIBAT EKSTRAKSI GIGI POSTERIOR RAHANG ATAS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
NURWAHYUNI NURWAHYUNI (STUDENT ID : J011181336)
Prof. Dr. drg. M. Hendra Chandha, MS. (LECTURER ID : 0022065911)
Subject
RK Dentistry 
Datestamp
2021-11-09 06:49:51 
Abstract :
Penatalaksanaan Perforasi Sinus Maksilaris Akibat Ekstraksi Gigi Posterior Rahang Atas Nurwahyuni 1 1Mahasiswa fakultas kedokteran gigi universitas hasanuddin, indonesia nurwahyunihn02@gmail.com1 Latar Belakang: Ekstraksi gigi merupakan salah satu tindakan perawatan yang sering dilakukan dibidang kedokteran gigi yang mana bisa saja timbul komplikasi. Salah satu komplikasi akibat ekstraksi gigi posterior rahang atas adalah perforasi sinus maksilaris. Perforasi sinus maksilaris dapat terjadi karena adanya kedekatan anatomis antara apeks akar gigi posterior rahang atas dengan dasar sinus maksilaris. Perforasi sinus maksilaris dapat menyebabkan terbentuknya oroantral communication (OAC) dan jika tidak dilakukan tindakan penutupan akan menyebabkan terbentuknya oroantral fistula (OAF). Keadaan ini merupakan komplikasi ekstraksi gigi posterior rahang atas yang insidennya berkisar 0.31%-3.8%. Oleh karena itu, pasca tindakan ekstraksi gigi perlu melakukan observasi lanjutan untuk mengidentifikasi dan melakukan tindakan terukur terhadap komplikasi yang dapat terjadi, misalnya perforasi sinus maksilaris. Tujuan: Tulisan ini untuk menelaah literatur, artikel, dan dokumen hasil penelitian yang mengidentifikasi penatalaksanaan perforasi sinus maksilaris akibat ekstraksi gigi posterior rahang atas. Metode: Literature Review. Adapun langkahnya yaitu mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi dari beberapa sumber yang berkaitan dengan topik studi, melakukan tinjauan literatur dengan metode sintesis informasi dari literatur atau jurnal yang dijadikan sebagai acuan. Tinjauan Pustaka: Tindakan ekstraksi gigi terutama gigi posterior dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Salah satunya yaitu perforasi sinus maksilaris. Suatu komplikasi jika dibiarkan maka akan menimbulkan keparahan untuk pasien. Hasil: Sebelum dilakukan perawatan pada oroantral komunikasi, salah satu pertimbangan dalam memilih teknik yang akan digunakan adalah berdasarkan ukuran dari defek oroantral yang ada. Dalam penatalaksanaan oroantral fistula, sangat penting untuk melalukan kontrol infeksi sebelum dilakukan penutupan agar sinus maksilaris dapat terbebas dari infeksi. Simpulan: Baik oroantral komunikasi maupun oroantral fistula sama-sama dapat menggunakan teknik buccal fat pad flap, bukal flap, maupun kombinasi flap antara buccal fat pad dan bukal flap. Kata Kunci: Ekstraksi Gigi, Sinus Maksilaris, Gigi Posterior Rahang Atas, Oroantral Komunikasi, Oroantral Fistula 
Institution Info

Universitas Hasanuddin