Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
Nadratannaimi Nadratannaimi (STUDENT ID : G21116324)
Dr. Letty Fudjaja, S.P., M.Si. (LECTURER ID : 0003027001)
Ir. A. Amrullah, M.Si. (LECTURER ID : 0031126313)
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2021-11-10 02:37:39
Abstract :
ABSTRAK
NADRATANNAIMI. Analisis Peran Stakeholder dalam Agribisnis Perberasan : Studi Kasus di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap. Dibimbing oleh LETTY FUDJAJA dan A. AMRULLAH
Beras merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan Nasional. Provinsi Sulawesi Selatan berada pada urutan kedua penghasil beras terbanyak di Indonesia dengan kontribusi Kabupaten Sidrap sebesar 18-20% dengan penggilingan terbesar terletak di Kecamatan Maritengngae. Dalam memproduksi beras tidak terlepas dari keterlibatan stakeholder yang memiliki pengaruh dan kepentingan sehingga perlu adanya peran aktif stakeholder agribisnis perberasan mulai dari input sampai output. Tujuan penelitian untuk mengetahui stakeholder yang terlibat dalam agribisnis beras beserta perannya dengan memetakaan pengaruh dan kepentingannya melalui metode wawancara mendalam terhadap key informan. Dengan menggunakan analisis stakeholder yang terdiri dari indentifikasi, pemetaan pengaruh dan kepentingan, dan menggambarkan hubungan stakeholder, maka dihasilkan bahwa stakeholder yang terlibat dalam agribisnis perberasan di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap terdiri dari 20 stakeholder yang terdiri dari instani pemerintah, BUMN, swasta, kelompok masyarakat dan masyarakat. Stakeholder yang belum melaksanakan perannya dengan baik yaitu P3A, PT Sang Hyang Seri, Bulog, dan BPP/PPL. Adapun peran terbanyak yang dimiliki oleh stakeholder yaitu implementer dan fasilitator. Kemudian, stakeholder yang termasuk dalam key player yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Sidrap, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Perpadi, RMU, dan petani yang harus dilibatkan sepenuhnya dalam agribisnis perberasan. Petani selaku pelaku utama dalam menghasilkan produk primer (padi) memiliki hubungan terbanyak dalam bentuk komunikasi, koordinasi, dan kerjasama dengan stakeholder lain.