Abstract :
Latar Belakang Hidroponik merupakan teknik budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah yang banyak diminati oleh masyarakat yang ingin bertani dengan lahan terbatas. Tren budidaya hidroponik semakin menjamur sejak pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat lebih banyak berkativitas di rumah, mulai dari skala hobi hingga skala produksi. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertanian adalah CV. Foodscaping Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Bone yang dipilih sebagai agrosistem kasus pada penelitian ini. Tujuan mengidentifikasi struktur dan dinamika agrosistem kasus, menganalisis permasalahan pada agrosistem kasus dan menganalisis strategi untuk pengembangan agrosistem kasus. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Perancangan dan Pengembangan Agrosistem (APPAS). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bone pada bulan Januari ? Mei 2021. Hasil CV. Foodscaping Indonesia terdiri dari 3 unit usaha yaitu Rumah Sayur Bone, Takar dan Garden Shop. Rumah Sayur Bone adalah unit usaha yang memproduksi sayuran segar. Takar adalah unit usaha yang menyediakan jasa pengerjaan instalasi dan greenhouse hidroponik. Garden Shop adalah unit usaha yang melakukan penjualan perlengkapan hidroponik, Setelah melakukan analisis diketahui bahwa masing-masing unit usaha tersebut memiliki permasalahan utama yaitu siklus produksi yang tidak teratur, pengerjaan proyek yang tidak tepat waktu dan upaya promosi yang kurang. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilakukan beberapa tindakan transformasi serta proses evaluasi untuk menentukan strategi pengembangan usaha kedepannya. Kesimpulan Strategi pengembangan usaha hidroponik untuk CV. Foodscaping Indonesia yaitu memperbaiki manajemen produksi, melakukan perekrutan tenaga kerja yang terampil, melakukan perwatan instalasi dan peralatan dengan baik, serta meningkatkan upaya promosi langsung maupun melalui media sosial.