DETAIL DOCUMENT
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN BUNGO, Glossogobius giuris (Buchanan,1822) DI PERAIRAN DANAU SIDENRENG, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG, SULAWESI SELATAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Hasanuddin
Author
SRI HASLINA (STUDENT ID : L021171013)
Dr. Ir. Suwarni Suwarni, M.Si. (LECTURER ID : 0017076303)
Dr. Ir. Hadiratul Kudsiah, MP. (LECTURER ID : 0006116706)
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2021-11-10 03:24:02 
Abstract :
SRI HASLINA, L021171013. Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan bungo Glossogobius giuris (Buchanan, 1822) tertangkap di perairan Danau Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Di bawah bimbingan SUWARNI selaku pembimbing utama dan HADIRATUL KUDSIAH selaku pembimbing anggota. Ikan bungo merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang cukup potensial di Kabupaten Sidenreng, yang mengalami penurunan akibat penangkapan yang dilakukan secara terus menerus. Oleh karena itu, diperlukan informasi biologi perikanan untuk menunjang upaya pengelolaan sumber daya ikan bungo, agar tercipta penangkapan yang lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan bungo berdasarkan jenis kelamin, waktu pengamatan dan tingkat kematangan gonad. Kegunaan dari penelitian ini sebagai sumber informasi pengelolaan ikan bungo khususnya di Danau Sidenreng. Penelitian ini dilaksakan selama 3 bulan yaitu mulai dari bulan September hingga November 2020. Pengambilan sampel diperoleh dari 2 nelayan ikan bungo di Danau Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Jumlah sampel ikan bungo yang diperoleh selama penelitian sebanyak 235 ekor terdiri dari 163 dari ikan bungo jantan dan 72 ekor ikan bungo betina. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pola pertumbuhan ikan bungo jantan dan betina adalah bersifat alometrik negatif yaitu pertambahan panjang tubuh lebih cepat daripada pertambahan bobot tubuh ikan. Faktor kondisi ikan bungo jantan dan ikan bungo betina tergolong ikan dalam keadaan baik. Faktor kondisi ikan bungo berdasarkan waktu pengambilan sampel ikan bungo jantan dan betina pada bulan November dan September tergolong ikan tidak pipih atau montok, sedangkan pada bulan Oktober ikan bungo jantan dan betina tergolong ikan pipih atau tidak gemuk, sedangkan faktor kondisi Berdasarkan jenis kelamin, ikan bungo jantan dan betina tergolong ikan tidak pipih atau montok. TKG ikan jantan mempunyai faktor kondisi relatif rata-rata lebih kecil daripada ikan bungo betina pada tiap TKG yang sama. Kata kunci: ikan bungo, pola pertumbuhan, faktor kondisi dan tingkat kematangan gonad, Danau Sidenreng 
Institution Info

Universitas Hasanuddin