Abstract :
Adapun tujuan dari penelitian saya adalah :Untuk mengetahui gejala klinis pada kepiting bakau dan Untuk mengetahui Bakteri apa saja yang terdapat dalam kepiting bakau Kepiting adalah binatang crustacea berkaki sepuluh dari infraordo Brachyura, yang biasanya mempunyai "ekor" yang sangat pendek atau yang perutnya sama sekali tersembunyi di bawah thorax. Kepiting umumnya ditutupi dengan exoskeleton (kerangka luar) yang sangat keras dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Misalnya Scylla serata (kepiting bakau) memiliki tubuh yang lebar dan melintang.
Bakteri merupakan mikro organisme prokaryotik yang keberadaannya tersebar
luas dipermukaan bumi. Ukuran bakteri antara 200µm-2000µm atau lebih dan
merupakan sekolompok organisme ber sel satu yang tidak berklorofil, berbiak dengan
membelah diri Bakteri mempunyai tiga buah bentuk dasar yaitu: Bulat (Coccus),
batang/silindris (basis) dan spiral ( Vibrio)
Dalam pengamatan morfologi bakteri diperlukan beberapa alat dan bahan antara
lain ose, gelas benda, lampu spritus, atau Bunsen dan reagen untuk pengecatan bakteri
seperti reagen gram dan reagen untuk pengecatan bakteri seperti reagen gram. Ziehl
Nielsen atau acid fast. Mikroskup perbesaran 400 dan 1000 kali minyak imers
Dalam pengujian sifat biokimia bakteri penyebab penyakit pertama-tama yang
perlu dilakukan adalah pengujian Katalase dan Oksidase. Dalam pengujian katalase diperlukan olesan bakteri yang agak tebal pada gelas benda. Kemudiam tetesan larutan
hydrogen peroksida (H
2
O
2
) 3 % pada olesan bakteri. Reaksi Katalase positif apabila
setelah hydrogen peroksida diteteskan pada olesan bakteri. terjadi buih