DETAIL DOCUMENT
PARTISIPASI PETANI TRADISIONAL DALAM PENDAYAGUNAAN POTENSI SUMBER KESEJAHTERAAN SOSIAL (STUDI KASUS DI KELURAHAN KEMUMU KECAMATAN ARMA JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bengkulu
Author
Putra, Wanda
Putra, Novi Hendrika Jaya
Osira, Yessilia
Subject
JA Political science (General) 
Datestamp
2014-10-27 14:14:10 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi petani tradisional dalam pendayagunaan potensi sumber kesejahteraan sosial yang ada di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1) Pengumpulan data. 2) Reduksi data. 3) Display data. 4) Simpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara mengenai partisipasi petani tradisional dalam pendayagunaan potensi sumber kesejahteraan sosial dapat disimpulkan bahwa partisipasi petani tradisional dalam pendayagunaan potensi sumber kesejahteraan sosial di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari 3 indikator, yaitu: 1) Partisipasi Buah Pikiran. Hanya sebagian kecil petani tradisional yang ingin berpartisipasi, hal ini disebabkan rendahnya tingkat SDM yang dimiliki sebagian besar petani tradisional di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. 2) Partisipasi Tenaga. Hanya sebagian kecil petani tradisional yang ingin berpartisipasi, hal ini disebabkan oleh petani tradisional di Kelurahan Kemumu masih memiliki sifat individualisme yang tinggi, adanya persaingan disektor usaha. 3) Partisipasi Uang. Hanya sebagian kecil petani tradisional yang ingin berpartisipasi, hal ini disebabkan oleh penyalahgunaan bantuan modal yang diberikan oleh lembaga keuangan desa, misalnya: petani tradisional menggunakan uang pinjaman dari koperasi unit desa (KUD) yang seharusnya digunakan untuk modal usaha malah digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif sehingga pada proses pengembalian cicilan pinjaman koperasi mengalami kendala. Dalam mengatasi permasalahan ini peneliti memberikan beberapa saran, diantaranya sebagai berikut: 1) Pemerintah, hendaknya memperhatikan rendahnya sumber daya manusia deangan cara memberikan penyuluhan kepada petani tradisional dan kedepannya dapat memberikan program yang serupa secara berkelanjutan. 2) Petani Tradisional, hendaknya selalu aktif didalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya bersama untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan. 3) KUD di Kelurahan Kemumu, hendaknya lebih selektif lagi dalam memilih nasabah sehingga tidak ada lagi nasabah yang susah dalam pengembalian dana pinjaman koperasi.  
Institution Info

Universitas Bengkulu