Abstract :
Iis Amelia. B.1810058. Aktivitas Antibakteri Berbagai Jenis Madu Terhadap
Bakteri Patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dibawah bimbingan
Titi Rohmayanti, Helmi Haris dan Andriani.
Madu merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal
dari nektar bunga atau sekret tanaman dan memiliki potensi dalam menghambat
pertumbuhan bakteri. Madu dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen
seperti Escherichia coli, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus yang
sering kali membahayakan hidup manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas antibakteri dengan mengetahui diameter daerah hambat beberapa jenis
madu terhadap bakteri patogen S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan
adalah difusi cakram. Sebagai kontrol digunakan antibiotika chloramphenicol
sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian
menunjukan bahwa semua jenis madu memiliki aktivitas antibakteri dan
konsentrasi madu mempengaruhi tingginya aktivitas antibakteri. Madu A dan B
konsentrasi 50% memiliki daya hambat sedang terhadap bakteri pathogen S. aureus
(DDH 7.3 mm) dan E. coli (7.7 mm). Sedangkan pada konsentrasi yang sama, madu
C tidak menghasilkan diameter daerah hambat. Madu B pada konsentrasi yang
lebih kecil yaitu 25% sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen S.
aureus (DDH 8 mm) memiliki daya hambat sedang, namun tidak menghasilkan
diameter daerah hambat terhadap bakteri pathogen E. coli dengan daya hambat
lemah. Madu C tidak menunjukan adanya diameter daerah hambat antibakteri pada
semua konsentrasi yang digunakan untuk pengujian (6.25, 12.5, 25, dan 50%).
Madu C memerlukan konsentrasi yang lebit tinggi untuk memnghasilkan diameter
daerah hambat, pada konsentrasi 75% mampu menghambat pertumbuhan bakteri
pathogen S. aureus (DDH 7.7 mm) dengan daya hambat sedang dan tidak mampu
menghambat pertumbuhan bakteri pathogen E. coli dengan daya hambat lemah.
Madu C konsentrasi 100% mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen S.
aureus (DDH 7.7 mm) dan E. coli (DDH 7.3 mm) dimana keduanya memiliki daya
hambat sedang.