Abstract :
Yudha Syahrul Fadillah. B.1710607. Potensi senyawa ekstrak tanaman seledri
(Apium graveolens) sebagai inhibitor angiotensin-converting enzyme 2 secara in
silico. Dibawah bimbingan M. Fakih Kurniawan dan Titi Rohmayanti.
Covid-19 terjadi karena masuknya Severe Acute Respiratory Syndrome
CoronaVirus 2 (SARS CoV2) kedalam tubuh manusia dengan menggunakan
protein spike (S) yang mampu berinteraksi dengan reseptor Angiotensin-converting
enzyme 2 (ACE2). Interaksi virus ini dapat dicegah dengan cara menghambat
aktivitas ACE2. Penelitian ini dirancang untuk mempelajari potensi ekstrak seledri
sebagai inhibitor ACE2 dengan uji lipinski dan metode penambatan molekul
berdasarkan nilai energi ikatan bebas gibbs (?G), nilai RMSD (Root Mean Square
Deviation) serta interaksi residu asam amino. Dari 20 senyawa ekstrak seledri
didapatkan 14 senyawa yang memenuhi ke 5 aturan lipinski diantaranya ?-ionone,
apigenin, Caryophyllene, ?-selinene, nerol, Cis-Carveol, linalool, Cis?Dihydrocarvone, P-Mentha-2,8-dien-1-ol, P-Mentha-trans-2,8-dien-1-ol,
Limonene, P-Cymene, ?-Myrcene, Trans-Caryophyllene. Setelah dilakukan
penambatan terhadap 14 senyawa ekstrak seledri, didapatkan 6 senyawa yang
berpotensi sebagai inhibitor ACE2 yang memiliki energi ikatan bebas Gibbs (?G),
nilai RMSD dan Residu asam amino yang berperan dalam pembentukan interaksi
hidrofobik dan ikatan hidrogen yang mendekati gahkan lebih baik ligan 4 validasi,
diantaranya yaitu Limonene, Apigenin, Cis-Carveol, P-Mentha-trans-2,8-dien-1-ol,
?-Ionone dan P-Mentha-2,8-dien-1-ol. Dan terpilih senyawa ekstrak seledri terbaik
sebagai inhibitor ACE2 adalah Limonene. Dapat ditarik kesimpulan bahwa
senyawa ekstrak seledri berpotensi dalam menghambat interaksi antara ACE2
dengan SARS CoV2.