Abstract :
Philena Nisivian. B1810340. Reduksi Aflatoksin Dengan Perebusan Dalam Larutan
Kapur Sirih Pada Pembuatan Teng-Teng Kacang Tanah (Arachis ypogaea L.). Skripsi.
Di bawah bimbingan Sri Rejeki R. Pertiwi dan Raden Siti Nurlaela.
Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan tanaman palawija ketiga yang
sangat populer di Indonesia. Kacang tanah dan produknya merupakan salah satu bahan
pangan yang mendapat banyak perhatian dikarenakan mengandung aflatoksin. Teng?teng merupakan salah satu produk olahan kacang tanah yang memiliki kandungan
aflatoksin di atas standar. Hal ini disebabkan karena bahan baku pembuatan teng-teng
mengandung aflatoksin yang tinggi. Sehingga perlu dilakukan modifikasi pada proses
pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur sirih dan
lama perebusan yang paling efektif dalam mereduksi aflatoksin pada teng-teng kacang
tanah dan tingkat penerimaan panelis terhadap produk teng-teng yang telah
dimodifikasi proses pembuatannya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi kapur sirih (0%, 0,5%,
1,5%, 2,5%) dan lama perebusan (0, 10, 15, 20 menit). Analisis produk meliputi
analisis kadar air, aflatoksin, dan uji hedonik. Analisis data penelitian digunakan
ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian
menunjukkan kadar air kacang tanah setelah dioven memiliki kadar < 10%, dan teng?teng kacang tanah terpilih adalah perlakuan kapur sirih 0,5% dengan lama perebusan
15 menit mampu menurunkan kadar aflatoksin B1 sebesar 100 %, aflatoksin B2 sebesar
81,3 %, sehingga didapat kadar aflatoksin total total pada teng-teng kacang tanah
sebesar 14,7 ppb, dengan nilai maksimum kadar aflatoksin total sesuai Peraturan
BPOM NOMOR 8 TAHUN 2018 sebesar 20 ppb, sehingga teng-teng kacang tanah
dikatakan layak konsumsi. Hasil Uji Hedonik atau uji kesukaan, dimana teng-teng yang
diberi perlakuan kapur sirih 0,5 % dan lama perebusan 15 menit lebih disukai dari segi
rasanya.