Abstract :
Sahrul Gunawan. B.1710630. Karakteristik Sensori dan Kimia Bakso Ikan Lele
dengan Penambahan Daun Katuk (Sauropus androgynous). Di bawah bimbingan
Distya Riski Hapsari dan M. Fakih Kurniawan.
Dalam proses pembuatan bakso biasanya bahan utama yang digunakan
adalah dari daging seperti daging ayam, daging sapi dan lainya. Namun, pada
penelitian ini diganti dengan daging ikan lele dan ditambah dengan daun katuk.
Daun katuk dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada
pembuatan bakso ikan lele. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik mutu
sensori, hedonik (tingkat kesukaan) dan kimia. Rancangan penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu daun katuk yang
terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu (0%), (1%), (3%) dan (5%) dengan 2 kali
ulangan untuk setiap perlakuan. Analisis data yang digunakan adalah sidik Ragam
analysis of variant (ANOVA), apabila hasil sidik raga ANOVA (p<0,05), maka
akan dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada
taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsitusi antara daun
katuk dan ikan lele memberikan pengaruh terhadap karakteristik mutu sensori
(warna, rasa, dan tekstur) dan karakteristik kimia (kadar air. Kadar abu, kadar
protein dan kadar lemak). Produk bakso terpilih yaitu bakso ikan lele dengan
penambahan daun katuk 5% yang memiliki rata-rata nilai mutu sensori yaitu aroma
6,023 (mengarah ke tidak amis), warna 5,573 (mengarah ke warna terang), rasa
7,043 (mengarah ke terasa daun katuk) dan tekstur 6,186 (mengarah ke kenyal).
Nilai rata-rata mutu hedonik yaitu aroma 6,343(mengarah ke suka), warna 6,359
(mengarah ke suka), rasa 6,697 (mengarah ke suka), tekstur 6,530 (mengarah ke
suka) dan overall 6,870 (mengarah ke suka). Nilai rata-rata karakteristik kimia yaitu
kadar air 61,52%, kadar abu 2,91%, kadar lemak 6,76%, kadar protein 11,42% dan
karbohidrat 22,3%