Abstract :
Regina Anggie Susilo. B.1811108. Karakteristik Fisikokimia dan Sensori
Minuman Fungsional Teh Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.)
dengan Penambahan Sari Kurma (Phoenix dactylifera L.). Di bawah bimbingan
Muhammad Rifqi dan Siti Nurhalimah.
Minuman fungsional mengandung senyawa antioksidan yang dapat
menangkal radikal bebas dan menurunkan risiko terkena kanker. Salah satu bahan
pangan yang mengandung antioksidan cukup tinggi dan bisa dijadikan sebagai
bahan baku dalam pembuatan minuman fungsional adalah bunga krisan. Namun,
bunga krisan memiliki kekurangan karena rasanya yang pahit atau sepat, maka
dari itu diperlukan penambahan bahan pangan lain yang memiliki rasa manis,
salah satunya adalah kurma. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan bunga
krisan dan kurma untuk membuat minuman teh sebagai upaya inovasi produk
pangan fungsional. Produk yang dihasilkan diharapkan memiliki senyawa
polifenol tinggi, dapat diterima dengan baik, dan memenuhi syarat mutu SNI.
Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu
faktor A adalah waktu penyeduhan teh dengan tiga taraf perlakuan (A1=5 menit,
A2=10 menit, A3=15 menit), dan faktor B adalah penambahan sari kurma dengan
tiga taraf perlakuan (B1=15%, B2=30%, B3=45%). Data yang didapat dianalisis
menggunakan sidik ragam ANOVA dan uji lanjut Duncan pada selang
kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa waktu
penyeduhan teh dan penambahan konsentrasi sari kurma berpengaruh terhadap
mutu sensori dan hedonik, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar polifenol.
Produk terpilih adalah teh krisan dengan waktu penyeduhan 5 menit dan
penambahan sari kurma konsentrasi 45%. Produk terpilih memiliki kadar
polifenol sebesar 1119 mg/kg, aktivitas antioksidan sebesar 87,58%, pH sebesar
5,8, dan total padatan terlarut sebesar 9,25?Brix. Secara mutu sensori, produk
terpilih memiliki warna yang berada antara coklat terang dan coklat gelap,
bearoma dan berasa khas teh krisan, dan memiliki kepekatan yang tepat (tidak
terlalu lemah atau terlalu kuat). Secara hedonik dari semua parameter yang
meliputi warna, aroma, rasa, kepekatan, dan overall disukai oleh panelis