Abstract :
Zakiah Qatrun Nada Asgas. B.1810692. Karakteristik Kimia dan Sensori Kue
Bangkit Khas Banten dengan Penambahan Tepung Kacang Tanah (Arachis
hypogaea). Skripsi. Dibawah bimbingan Noli Novidahlia dan Titi Rohmayanti.
Kue bangkit merupakan salah satu jenis kue kering tradisional yang pada mulanya
berasal dari daerah Melayu. Namun, pada saat ini kue bangkit juga dapat ditemukan
diberbagai daerah dan memiliki ciri khas tersendiri di masing-masing daerahnya.
Salah satu kue bangkit yang banyak diminati yaitu kue bangkit khas Banten. Tujuan
dari penelitian kali ini yaitu memanfaatkan tepung kacang tanah dalam pembuatan
kue bangkit sehingga dapat meningkatkan kadar protein kue bangkit dan dapat
memenuhi syarat mutu SNI. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan tepung tapioka dan tepung kacang
tanah dengan empat taraf perlakuan yaitu 100%:0%, 90%:10%, 80%:20% dan
70%:30%. Kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan sidik ragam
ANOVA dan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil
analisis data diketahui bahwa penambahan tepung kacang tanah berpengaruh nyata
terhadap kadar protein,kadar air dan sifat mutu sensori dan hedonik, tetapi tidak
berpengaruh pada kadar abu kue bangkit yang dihasilkan. Produk terpilih adalah
kue bangkit dengan penambahan tepung kacang tanah sebesar 30%. Produk tepilih
memiliki sifat kimia berupa kadar protein sebesar 7,83%, kadar air 1,53%, kadar
abu 1,75%, kadar lemak 30,92%, kadar karbohidrat 57,93% dan nilai total kalori
sebesar 541,35 Kkal. Secara mutu sensori, produk terpilih memiliki warna coklat,
terasa kacang tanah dan juga tercium aroma kacang tanah serta memiliki tekstur
yang renyah dan secara hedonik semua atribut baik warna, aroma, rasa, tekstur dan
secara keseluruhan disukai oleh paneli