Abstract :
Arnenda Sinthia Purnama. B.1710914. Sifat Fungsional Protein Tepung
Kecambah Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Berdasarkan Perbedaan Lama
Perkecambahan. Dibawah bimbingan Rosy Hutami dan Intan Kusumaningrum.
Perkecambahan adalah salah satu cara penanganan kacang-kacangan untuk
meningkatkan kualitas kacang. Tepung merupakan bahan pangan yang dapat
diaplikasikan ke dalam berbagai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh waktu perkecambahan terhadap morfologi, kadar air, kadar
protein , dan sifat fungsional protein (daya ikat air, daya ikat minyak, kemampuan
emulsi dan kemampuan buih) tepung kecambah kacang merah. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan faktor
perbedaan lama waktu perkecambahan 0 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Hasil uji
dianalisis data menggunakan metode one way analysis of variance (ANOVA),
kemudian jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan analisis Duncan?s Multiple
Range Test (DMRT). Morfologi diuji secara deskriptif kualitatif dan ditampilkan
dalam bentuk gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa lama waktu
perkecambahan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kemampuan
emulsi dan kemampuan buih pada tepung kecambah kacang merah. Lama waktu
perkecambahan tidak mempengaruhi kemampuan daya ikat air dan daya ikat
minyak pada tepung kecambah kacang merah. Nilai kadar air yang diperoleh
berkisar antara 0,079% - 0,12%, nilai kadar protein yang diperoleh berkisar antara
19,94% - 26,81%, nilai daya ikat air yang diperoleh berkisar antara 1,65% - 1,86%,
nilai daya ikat minyak yang diperoleh berkisar antara 1,27% - 1,78%, nilai kapasitas
emulsi yang diperloleh berkisar antara 89,36% - 99,02%, nilai kapasitas buih yang
diperoleh berkisar anatara 43,43 ml/g - 482,96 ml/g, nilai stabilitas emulsi berkisar
antara 28% - 63%, dan nilai stabilitas emulsi berkisar antar 53 ml/g ? 135 ml/g