Abstract :
trah Suci Bela Islami B.1710594. Karakteristik Fisiskokimia dan Sensori Teh Daun Sambung
Nyawa (Gynura procumbens). Skripsi. Dibawah bimbingan Noli Noidahlia dan Siti Aminah.
Teh merupakan minuman yang kaya akan antioksidan sehingga dipercaya dapat menangkal radikal
bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan membuat daun sambung nyawa menjadi produk teh
untuk memanfaatkan kandungan antioksidan yang ada didalamnya. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu proses oksidasi (non oksidasi dan ter
oksidasi) dan lama pelayuan (6 jam, 8 jam, dan 10 jam). Analisis produk meliputi rendemen, kadar
air, kadar abu, uji mutu sensori dan hedonic untuk mementukan produk terpilih, kemudian
dilakukan analisis polifenol dan tanin. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan uji lanjut
Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh daun sambung
nyawa terpilih adalah perlakuan A1B1 (non oksidasi, pelayuan 6 jam). Perlakuan teh daun
sambung nyawa terpilih memiliki persentase rendemen 10.60%, kadar air 48.39%, kadar abu
13.49%, polifenol 8737.33 mg/kg, dan tanin 9846.45 mg/kg. Hasil uji mutu sensori menunjukkan
teh daun sambung nyawa memiliki penampakan kuning keemasan, sedikit aroma fermented (khas
the hitam), dan rasa yang tidak pahit. Hasil uji hedonik memiliki nilai kesukaan tertinggi pada
atribut penampakan, aroma, dan rasa serta overall menuju ke arah suka.