Abstract :
Siti Nursakila. B.1710025. Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis
Tepung Gadung dengan Penambahan CMC (Carboxymethyl Cellulose) dan
Gliserol. Dibawah bimbingan Tiana Fitrilia dan Titi Rohmayanti.
Bioplastik merupakan salah satu alternatif pengganti palstik konvensional. Salah
satu produk pangan yang berpotensi sebahai bahan baku bioplastik adalah umbi
gadung yang diolah menjadi tepung. Kelemahan bioplastik yaitu sifat fisik (kuat
tarik dan elastisitas) yang rendah, sehingga perlu ditambahakn filler dan
plasticizier. Filler yang diigunakan adalah CMC yang dikombinasikan dengan
gliserol sebagai plasticizier. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
CMC dan gliserol pada ketebalan, kuat tarik, persen pemanjangan, ketahanan air
dan lamanya waktu degradasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu CMC (10%, 15% dan 20%) dan gliserol
(25%, 30% dan 35%) dengan dua kali pengulangan. Hasil menunjukkan bahwa
penambahan CMC dan gliserol dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan persen
pemanjangan. Formulasi terbaik yaitu CMC 15% dan gliserol 30% menghasilkan
kuat tarik sebesar 2,055 MPa dan persen pemanjangansebesar 49,130%. Formulasi
terbaik untuk ketahanan air yaitu CMC 10% dan gliserol 35% dengan hasil sebesar
27,435%. Lama waktu yang diperlukan agar bioplastik terdegradasi sempurna
berkisar antara 7 hari 4 jam sampai 9 hari 22 jam