Abstract :
AZKIYA DIENY. B1610277. Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica
less) Sebagai Antimikroba pada Produk Tahu Putih. Di bawah bimbingan
Aminullah dan Siti Aminah.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan pertumbuhan
mikroba tahu putih dan mendapatkan hari kritis, yaitu hari terjadinya pertumbuhan
mikroba yang signifikan dan kerusakan mutu tahu putih berdasarkan uji TPC dan
pengamatan visual sensori, mendapatkan rendemen ekstraksi daun beluntas sebagai
penghambat mikroba untuk mengawetkan tahu putih, mempelajari pengaruh
konsentrasi ekstrak daun beluntas dan lama perendaman terhadap daya hambat
mikroba tahu putih melalui uji TPC pada hari kritis dan mendapatkan kombinasi
perlakuan terpilih yang paling efektif dalam menghambat mikroba tahu putih.
Metode penelitian terdiri dari 2 tahap, penelitian pendahuluan dan penelitian utama.
Penelitian pendahuluan meliputi tahap pengamatan tahu putih kontrol tanpa
perlakuan di hari ke-0 (H+0), ke-1(H+1), ke-2 (H+2) dan hari ke-3 (H+3), dan
pembuatan ekstrak daun beluntas menggunakan metode maserasi. Penelitian utama
yaitu aplikasi ekstrak beluntas pada rendaman tahu putih, pengamatan mutu tahu
melalui pengamatan sensori dan pengamatan total mikroba melalui uji TPC. Data
dianalisis secara statistik menggunakan Two Way ANOVA dilanjutkan dengan uji
Duncan dua kali ulangan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukan H+2
ditetapkan sebagai hari yang kritis dan paling efektif dipakai pada pengamatan tahu
yang akan diberi perlakuan ekstrak daun beluntas pada penelitian utama. Hasil
perhitungan rendemen ekstrak daun beluntas yaitu 10,25%. Analisis statistika pada
penelitian utama menunjukkan adanya pengaruh perlakuan konsentrasi ekstrak
daun beluntas dan lama rendaman terhadap total miktoba tahu putih. Hasil
penelitian menunjukkan penambahan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less)
konsentrasi ekstrak 20%, 25% dan 30% dan lama rendaman 15, 30 dan 45 menit
berpengaruh terhadap penurunan total bakteri tahu putih,serta interaksi antara
konsentrasi dan lama rendaman berpengaruh nyata terhadap total mikroba tahu
putih berdasarkan hasil analisis statistik (p<0,05). Kombinasi terpilih yang didapat
pada penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak daun beluntas 25% lama rendam 30
menit dengan jumlah mikroba 0 dan hasil visual sensori memiliki warna hijau muda
pekat, beraroma khas daun beluntas dan tidak terdapat lendir.