Abstract :
Komala Nuraeni. B.1710569. Karakteristik Fisiko Kimia dan Organoleptik Bakso
Daging Sapi, Daging Celeng, dan Bakso Daging Sapi Campur Daging Celeng Dengan
Bahan Pengenyal dan Bumbu. Di bawah bimbingan Lia Amalia, S.S., ST., M.T dan Dr.
Nur?aini Herawati, S.Si., M.Sc.
Bakso merupakan produk olahan daging yang sangat digemari, yang berbahan baku
daging sapi, ayam, atau ikan. Harga daging yang semakin naik, produsen daging olahan
melakukan substitusi bahan utama dengan menggunakan daging yang harganya lebih
murah untuk menekan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat
fisik dan kimia pada bakso daging sapi campur daging celeng dan untuk mengetahui
organoleptik bakso daging sapi, bakso daging celeng dan bakso daging sapi campur
daging celeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu
faktor dengan tiga taraf perlakuan dan 2 ulangan untuk setiap perlakuan. Taraf perlakuan
yang diujikan A1 100% daging sapi, A2 100% daging celeng, dan A3 50% daging
sapi:50% daging celeng. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan Uji Lanjut
Duncan dengan selang kepercayaan 95% pada uji organoleptik. Hasil penelitian
menunjukan penggunaan daging pada pembuatan bakso sapi, bakso celeng dan bakso sapi
campur daging celeng berpengaruh nyata terhadap mutu sensori bakso. Sifat fisik tekstur
dengan Texture Profile Analysis yang meliputi hardness 1335,0, springiness 1,000,
cohesiveness 0,63, guminess 844,54 dan chewiness 844,54. Nilai warna menggunakan
kolorimeter meliputi nilai L* sebesar 57,71, a* 4,59 dan b* 15,89. Sifat kimia bakso sapi
campur daging celeng memiliki kadar air 67,16%, kadar abu 3,52%, kadar protein
13,54%, kadar lemak 1,09% dan kadar karbohidrat 6,48%.