Abstract :
Wilda Nafidah Rospiyanti. B.1710974. Pengaruh PeningkatanKolagen Pada Bubuk
Kakao Terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Minuman cokelat. Dibawah
bimbingan Titi Rohmayanti dan Eko Heri Purwanto.
Biji kakao yang diolah menjadi produk olahan kakao seperti cokelat dan minuman
cokelat merupakan sumber yang kaya akan antioksidan. Salah satu bahan aktif yang
biasa digunakan dalam pengembangan produk pangan fungsional adalah kolagen.
Salah satu bahan yang memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan dan banyak
digunakan dalam industri makanan dan minuman adalah kolagen terhidrolisis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatanbubuk kolagen
terhadap sifat kimia dan organoleptik minuman coklat. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi jenis kolagen
yang terdiri dari 11 taraf yaitu kolagen sapi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%, dan
kolagen ikan 5%, 10%, 15%. , 20% dan 25% kolagen ikan. Analisis produk meliputi
analisis proksimat dan analisis organoleptik. Analisis kimia meliputi kadar air, kadar
abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, pH larutan dan aktivitas
antioksidan. Analisis sensori menggunakan uji parameter warna, rasa, aroma,
aftertaste dan overall. Analisis data penelitian yang digunakan adalah ANOVA dan
uji Duncan's Advanced dengan kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peningkatanbubuk kakao berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan
sensorik. Komposisi perlakuan terbaik bubuk kakao dan bubuk kolagen terbaik 25%
dengan kadar air 4,50%, kadar abu 3,39%, kadar lemak 25,72%, kadar protein
38,86%, kadar karbohidrat 27,34%, larutan pH 5 0,98% dan antioksidan 94,41%
aktivitas. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa panel menyukai warna, rasa,
aftertaste, dan overall pada peningkatankonsentrasi kolagen 25% tetapi menyukai
aroma pada peningkatankonsentrasi kolagen 5% pada minuman coklat.