Abstract :
Halpi Noviandi. B.1510771. Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Keripik
Rambutan Varietas Arialaka (Nephelium lappaceum L.) dengan Metode Vacuum
Frying. Di bawah bimbingan Rosy Hutami dan Sunarmani.
Buah rambutan merupakan buah khas atau asli berasal dari Indonesia.
Pada penyimpanan suhu ruang buah rambutan mempunyai daya simpan yang
pendek yaitu sekitar 3-4 hari dengan musim panen buah yang relatif singkat.
Pembuatan keripik buah rambutan siap saji dari buah rambutan arialaka segar
merupakan salah satu bentuk penganekaragaman pangan dan merupakan alternatif
pengolahan buah rambutan agar daya simpan dan daya konsumsi dapat dirasakan
secara optimal oleh masyarakat, sehingga dapat menjadi solusi dan nilai tambah
bagi buah itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
fisikokimia dan sensori keripik rambutan varietas arialaka (Naphelium lappaceum
L.) dengan metode vacuum frying. Rancangan percobaan yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah perlakuan
penambahan asam sitrat dan natrium metabisulfit berupa : A1 (C6H8O7 0,2%), A2
(Na2S2O5 0,2%), A3 (C6H8O7 + Na2S2O5 0,2%). Faktor kedua yaitu pengunaan
proses pengolahan berupa : B1 (Blanching) dan B2 (Non Blanching). Analisis
yang dilakukan meliputi uji fisik (uji tekstur dan uji warna), uji kimia (kadar air,
kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, total padatan terlarut,
kadar glukosa, total asam, kadar vitamin c, derajat keasaaman (pH), kadar serat
kasar, dan uji sensori (hedonik). Analisa yang digunakan yaitu ANOVA dan uji
lanjut Duncan. Berdasarkan penelitian ini, keripik rambutan, terpilih adalah A2B2
(Na2S2O5 0,2% dan Non Blanching) dengan tekstur renyah dan warna kuning
kemerahan, memiliki kadar air 3,61%, kadar abu 0,39%, kadar lemak 38,74%,
kadar protein 8,12%, kadar karbohidrat 49,11%, pH 4,84, total padatan terlarut
24,50%, kadar gula reduksi 17,03%, kadar total asam 0,75%, kadar vitamin C
256,66%, dan kadar serat kasar 3,44%. Hal ini membuktikan bahwa keripik
rambutan yang dibuat layak dikonsumsi sebangai camilan bernutrisi.