Abstract :
ikmah Nur Chosida. B.161110. Pemanfaatan Ekstrak Secang (Caesalpinia
sappan L.) sebagai Label Indikator Kebusukan Daging Ayam. Di bawah
bimbingan Tiana Fitrilia dan M Fakih Kurniawan
Daging ayam termasuk produk mudah rusak, sehingga dibutuhkan inovasi
pengemasan dengan indikator untuk memonitoring penurunan mutunya. Brazilin
dari secang memiliki sensitivitas perubahan nilai pH sehingga berpotensi sebagai
indikator penurunan mutu. Jenis carrier yang tepat diperlukan sebagai matrik
pembawa brazilin dari ekstrak secang. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis
carrier pada pembuatan label indikator secang. Penelitian dibagi dua tahap,
pertama adalah pembuatan indikator dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
satu faktor yaitu jenis carrier (kitosan, kertas, dan pati) yang dianalisis respon
terhadap NaOH, NH3, dan stabilitas terhadap suhu dan lama penyimpanan. Tahap
kedua adalah aplikasi label pada kemasan daging ayam menggunakan dua faktor
yaitu suhu (kulkas dan ruang) dan lama simpan (7 dan 5 hari). Parameter uji
antara lain perubahan warna total RGB label indikator, nilai pH dan TVB-N
(Total Volatil Base-Nitrogen) daging ayam. Data hasil uji dianalisis regresi linier
untuk mengetahui hubungan parameter lama penyimpanan dengan nilai total
RGB, pH, dan TVB-N. Hasil diperoleh carrier kertas menunjukkan respon warna
yang paling baik dan cepat. Perubahan nilai total RGB label indikator secang
memiliki korelasi negatif dengan lama penyimpanan seiring peningkatan nilai pH
dan TVB. Peningkatan nilai pH dan TVB-N terjadi seiring dengan peningkatan
waktu dan suhu penyimpanan. Nilai total RGB indikator, nilai pH, TVB-N daging
ayam seiring lama penyimpanan pada suhu 2 - 5°C berpengaruh sangat kuat
dengan nilai R2 yang masing-masing 0,803; 0,972; dan 0,845. Lama penyimpanan
memiliki pengaruh kuat dengan perubahan nilai RGB dengan R
2
0,627, dan
berpengaruh sangat kuat terhadap nilai pH dan TVB-N dengan R2 0,978 dan
0,951.