Abstract :
Syifa Fauziah. B.1610368. Aktivitas Antioksidan dan Total Fenol Kulit Jeruk
Lokal Indonesia dalam Kondisi Segar dan Kering. Dibawah bimbingan Siti Ami?nah dan Tiana Fitrilia.
Angka produksi buah jeruk di Indonesia cukup tinggi, namun dalam
pemanfaatannya kulit jeruk masih rendah dibandingkan bagian jeruk yang lain,
padahal kandungan fenolik yang terdapat pada kulit jeruk lebih tiggi dibandingkan
bagian buah dan biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis
atau varietas jeruk dan lama pegeringan terhadap mutu kimia yaitu kandungan
fenolik total, aktivitas antioksidan dan kadar air kulit jeruk. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Analisis data
menggunakan uji lanjut sidik ragam (ANOVA) dan hasilnya menunjukkan bahwa
perbedaan tiga varietas kulit jeruk berpengaruh nyata terhadap nilai kadar air,
namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai total fenol dan aktivitas
antioksidan. Kondisi kulit jeruk diketahui berpengaruh nyata terhadap nilai kadar
air, total fenol dan aktivitas antioksidan. Kisaran nilai kadar air pada kulit jeruk
dalam keadaan kering yaitu 76,10 - 86,86 %, kemudian dengan suhu pengeringan
0?C sel m 12 j m pe sen se k d i meng l mi pen n n s mp i 80,04 %
dengan kisaran nilai yang didapat pada kondisi kulit jeruk kering antara 10,77-
19,46 %. Kandungan total fenol pada kulit jeruk segar berkisar antara 3,6050 ±
0,08 - 6,2000 ± 1,08 mg GAE/g, sedangkan pada kulit jeruk kering mengalami
kenaikan kandungan total fenol dengan kisaran 18,4350 ± 0,60 - 19,7800 ± 0,49
mg GAE/g. Nilai aktivitas antioksidan yang digambarkan dengan nilai IC50 pada
kulit jeruk segar berkisar antara 14469 ± 3633,11 - 21215 ± 2283,95 µg/mL, se?dangkan pada kulit jeruk kering nilai IC50 berkisar antara 3440 ± 340,12 - 5590 ±
184,55 µg/mL. Jika ditinjau dari parameter tersebut diketahui bahwa kulit jeruk
yang diteliti baik dalam keadaan segar dan kering memiliki aktivitas antioksidan
yang sangat lemah karena memiliki konsentrasi inhibisinya diatas 500 µg/mL