Abstract :
Widjayanti. B1910461. Karakteristik Sensori dan Kimia Madu Cinumpang
(Madu Lokal Kabupaten Sukabumi) pada Suhu Penyimpanan dan Kemasan yang
Berbeda. Di bawah bimbingan Siti Aminah dan Distya Riski Hapsari.
Madu merupakan salah satu hasil hutan non-kayu yang banyak disukai oleh
masyarakat karena rasa dan juga manfaatnya untuk tubuh. Kabupaten Sukabumi
memiliki produk madu hasil budidaya lebah Apis mallifera yang terdapat di
Kampung Cinumpang, Desa Sudajaya, Kecamatan Kadudampit dengan nama
madu Cinumpang. Madu Cinumpang diharapkan dapat menjadi produk unggulan
wilayah sehingga dibutuhkan penelitian mengenai karakteristik sensori dan kimia
madu Cinumpang. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh suhu
penyimpanan dan penggunaan jenis kemasan terhadap karakteristik sensori dan
kimia madu Cinumpang. Metode yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak
Lengkap) dengan dua faktor, yaitu jenis kemasan dengan 2 taraf perlakuan (botol
PET dan botol kaca) dan suhu penyimpanan dengan 3 taraf perlakuan (<4? C;
2? 5C; dan 55? C). Hasil analisis menunjukkan bahwa madu Cinumpang segar
memiliki karakteristik sensori dan kimia yang memenuhi SNI Madu 8664-2018,
sehingga dapat dikatakan bahwa madu Cinumpang segar memiliki kualitas yang
baik dan tidak terindikasi adanya pemalsuan madu. Sedangkan untuk penggunaan
jenis kemasan dan suhu penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap
aktivitas enzim diastase, hidroksimetilfurfural (HMF), kadar air dan kadar gula
pereduksi madu Cinumpang. Perlakuan terpilih yaitu madu Cinumpang dengan
kemasan botol kaca dan penyimpanan pada suhu 25? C dengan nilai aktivitas
enzim diastase 10,37 DN, kandungan hidroksimetilfurfural (HMF) 26,06 mg/kg,
kadar air 17,48 % dan kadar gula pereduksi 76,13%.