Abstract :
CHAIRIL ABDULLAH, Program Studi Ilmu Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda Bogor 2021.
?Implementasi Program Pembinaan Toko Swalayan Oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kota Bogor? Pembimbing I : Drs. Dennny Hernawan, MA,
Pembimbing II : M. Yusuf G.G seran, Drs., M.Si.
Kota Bogor dikenal dengan kota dagang, mengingat persebaran toko
swalayan di Kota Bogor sangat pesat diantaranya adalah Pusat Perbelanjaan,
Hypermarket, Supermarket, dan Mini Market. Bangunan komersil tersebut
semakin kesini semakin tidak terbendung lagi pembangunannya. Hampir disetiap
penjuru Kota Bogor sudah berdiri toko-toko swalayan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Program Pembinaan
Toko Swalayan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, untuk
mengetahui faktor-faktor penghambat dalam implementasi dan menganalisis
upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu dengan menggunakan model implementasi kebijakan menurut Van
Metter dan Van Horn yang menyatakan bahwa proses implementasi ini
merupakan sebuah abstraksi atau performasi suatu kebijakan yang pada dasarnya
secara sengaja dilakukan untuk meraih kinerja implementasi kebijakan yang
tinggi yang berlangsung dalam hubungan berbagai variabel yakni (1) standar dan
sasaran kebijakan, (2) sumber daya, (3) karakteristik pelaksana, (4) sikap/disposisi
badan pelaksana, (5) komunikasi antar organisasi, dan (6) kondisi lingkungan
sosial, ekonomi, dan politik.
Peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif yakni dengan cara
mencari informasi tentang gejala yang ada, didefinisikan dengan jelas tujuan yang
akan dicapai, merencanakan cara pendekatannya, mengumpulkan data sebagai
bahan untuk membuat laporan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan
yaitu dengan menggunakan perhitungan Weight Mean Score (WMS).
Hasil dari implementasi Program Pembinaan Toko Swalayan oleh Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor pada Anggota Bidang Sarana dan
Komoditi Perdagangan Kota Bogor diperoleh skor rata-rata sebesar 4,20 yang
menurut penafsiran berada pada kategori Baik, sedangkan Rekapitulasi Nilai
Keseluruhan Dimensi pada Pusat Pesebaran Toko Swalayan diperoleh skor 3,85
yang menurut penafsiran berada pada katagori Baik. Hambatan dalam
implementasi Program Pembinaan tersebut adalah sumber daya yang dimiliki,
tingkat kepatuhan dan daya tangkap pelaksana kebijakan, dan sistem
informasi/teknologi. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan, menjalin
koordinasi dengan kantor pusat toko swalayan, memanfaat teknologi baik media
sosial dan cetak, memberi sanksi hukum.