Institusion
Universitas Djuanda
Author
Putri Fisabillilah,, Mulia
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2023-01-12 02:51:55
Abstract :
Mulia Putri Fisabillilah, Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda Bogor, 2021, Implementasi
Kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berskala
Mikro Dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Pada Kecamatan Bogor
Barat, Pembimbing I : R. Akhmad Munjin, Drs., M.Si., Pembimbing II : Ginung
Pratidina, Dra., M.Si.
Pertumbuhan Covid-19 yang semakin meningkat di Indonesia membuat
pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan, pada tahun 2021 Pemerintah Kota
Bogor mengeluarkan sebuah kebijakan di antaranya PPKM (Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berbasis Mikro dalam rangka pengendalian
Covid-19 di Kota Bogor, kebijakan PPKM dikeluarkan melalui Peraturan Wali
Kota Bogor Nomor 7 Tahun 2021. Pemerintah Kecamatan Bogor Barat dalam
upaya memutus penyebaran Covid-19 mengikuti arahan dari pemerintah pusat,
penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berbasis
Mikro. Beberapa permasalahan yang terjadi di lapangan saat ini yaitu wilayah
Kecamatan Bogor Barat masih banyak masyarakatnya yang terkonfirmasi positif
Covid-19, permasalahan lainnya yaitu Permasalahan komunikasi yang sering
terjadi seperti penyampaian kebijakan kepada masyarakat tidak berjalan lancar
karena faktor latar belakang masyarakat yang tidak mengerti dan tidak
mempunyai akses komunikasi via Whatsapp, selain faktor media pada
komunikasi, faktor usia juga mempengaruhi komunikasi yang diberikan petugas
tidak bisa dipahami dengan baik, masyarakat dengan umur lanjut usia sulit
memahami jalannya kebijakan. Permasalahan selanjutnya permasalahan tentang
sumber daya, bantuan sarana dan prasarana yang turun terkadang mengalami
hambatan, kasus Covid-19 yang bersifat nasional dan luas menjadikan bantuan?bantuan yang turun mengalami kesendatan seperti bantuan untuk penyemprotan
disinfektan wilayah masyarakat, karena bantuan yang tersendat ini masyarakat
memilih untuk membuat disinfektan mandiri dengan swadaya dengan masyarakat
lain, rumusan masalah pada penelitian ini adalah pertama, bagaimana
implementasi kebijakan PPKM mikro pada Kecamatan Bogor Barat, kedua,
bagaimana hambatan dalam pelaksanaan kebijakan PPKM mikro, dan bagaimana
upaya untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan PPKM mikro.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan PPKM
mikro pada Kecamatan Bogor Barat, untuk mengetahui hambatan dalam
pelaksanaan kebijakan PPKM mikro, untuk mengetahui upaya untuk mengatasi
hambatan dalam pelaksanaan kebijakan PPKM mikro.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan PPKM
(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berskala Mikrodalam memutus
rantai penyebaran Covid-19 Pada Kecamatan Bogor Barat telah berjalan dengan
baikyang berdasarkan hasil rekapitulasi data secara keseluruhan mempunyai nilai
rata-rata sebesar 4,00 dengan kriteria nilai Baik. Anggota satuan tugas
v
penanganan Covid-19 pada Kecamatan Bogor Barat melaksanakan kebijakan
dengan baik dibuktikan dengan rutinnya mengadakan rapat koordinasisetiap 2
minggu sekali yang dihadiri oleh anggota satgas tingkat RW siaga dengan
Kelurahan, mengadakan wawar keliling untuk sosialisasi dan mengingatkan
masyarakat setiap minggu nya demi berjalannya kebijakan PPKM pada
Kecamatan Bogor Barat yang efektif,info koordinasi setiap ada kasus dari RW
dan Kelurahan, seminggu sekali mengadakan monitor dari gugus tugas kelurahan,
himbauan dari RW siaga covid kepada masyarakat setiap harinya, dan informasi?informasi tambahan melalui media sosial Whatsapp. Walaupun masih terdapat
hambatan-hambatan seperti masyarakat yang masih ada melanggar protokol
kesehatan dan belum mempercayai adanya Covid-19 dan kejenuhan masyarakat
karena Covid-19 yang tak kunjung pergi membuat mereka mulai mengabaikan
kebijakan yang berlaku.
Kesimpulan dari penelitian adalah pelaksanaan Implementasi kebijakan
PPKM (Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berskala mikro untuk
memutus rantai penyebaran Covid-19 pada Kecamatan Bogor Barat telah di
jalankan dengan baik, yang berdasarkan hasil rekapitulasi data secara keseluruhan
mempunyai nilai rata-rata sebesar 4,00 dengan kriteria nilai Baik. Beberapa
hambatan dalam pelaksanaannya seperti beberapa masyarakat masih tidak percaya
akan keberadaan virus Covid-19 ini, menjalankan protokol kesehatan seperti
memakai masker bukan demi kesehatan diri sendiri tetapi demi menghindari
teguran petugas, beberapa masyarakat belum sepenuhnya memahami kebijakan
PPKM terutama para lansia, keberadaan Covid-19 yang terlalu lama membuat
masyarakat tidak mematuhi lagi kebijakan PPKM, miskomunikasi antar petugas
terkadang terjadi.Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam
Implementasi kebijakan PPKM (Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat)
berskala mikro