Abstract :
RINI RAHMAWATI, Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda, 2021, Tindakan Persuasif dalam Komunikasi
Instrumental Konselor P2TP2A pada Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan
di Kota Bogor, Pembimbing I: Agustina M. Purnomo, Dr., S.P., M.Si, Pembimbing
II: Agustini, Dra., M.Si.
Kekerasan pada perempuan setiap tahunnya mengalami angka peningkatan
yang sangat signifikan, ditunjukan dengan data yang dikeluarkan setiap tahunnya oleh
Komnas Perempuan berupa Catatan pada tahun 2020. Kekerasan pada perempuan
yang paling berisiko adalah kekerasan dalam ranah personal dan hubungan personal
(hubungan pribadi/pacaran).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kekerasan yang terjadi
pada perempuan; Menganalisis pelayanan konseling konselor P2TP2A Kota Bogor
pada perempuan korban kekerasan; Menganalisis tindakan persuasif dalam fungsi
komunikasi instrumental konselor P2TP2A Kota Bogor pada pendampingan
perempuan korban kekerasan.
Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif untuk memaparkan
keadaan objek yang diteliti, sesuai situasi dan kondisi ketika penelitian dilakukan.
Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam
dengan informan kunci, ahli dan insidental serta dokumentasi proses penelitian.
Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman diantaranya
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Kekerasan yang terjadi pada perempuan
banyak dilakukan baik secara fisik dan psikis. Perempuan korban kekerasan yang
terjadi khususnya di Kota Bogor banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya faktor ekonomi, lingkungan dan pendidikan. (2) Kepribadian seorang
konselor sangat mempengaruhi proses berjalannya pelayanan konseling pada
pendampingan perempuan korban kekerasan di P2TP2A. Pelayanan yang diberikan
oleh P2TP2A ini sebagai bentuk untuk mewujudkan hak-hak perempuan korban
kekerasan yaitu kebenaran, perlindungan, keadilan dan pemulihan. (3) Persuasif
dalam fungsi komunikasi instrumental yang digunakan konselor pada pendampingan
perempuan korban kekerasan yaitu melakukan sosialisasi, memberikan dukungan,
berempati dan selalu bersikap positif.
Kesimpulan penelitian adalah kekerasan yang terjadi pada perempuan yaitu
secara fisik dan psikis sangat menyalahi aturan dan norma. Pemerintah memberikan
perhatian khusus dengan adanya layanan konseling oleh P2TP2A yang dilakukan
berdasarkan tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir untuk mencapai
keberhasilan proses konseling tersebut, sedangkan teknik komunikasi persuasif dalam
komunikasi instrumental merupakan hal pokok dan penting untuk seorang konselor