DETAIL DOCUMENT
TINDAKAN PERSUASIF DALAM KOMUNIKASI INSTRUMENTAL KONSELOR P2TP2A PADA PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI KOTA BOGOR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Rahmawati, Rini
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2023-01-12 03:44:09 
Abstract :
RINI RAHMAWATI, Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda, 2021, Tindakan Persuasif dalam Komunikasi Instrumental Konselor P2TP2A pada Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan di Kota Bogor, Pembimbing I: Agustina M. Purnomo, Dr., S.P., M.Si, Pembimbing II: Agustini, Dra., M.Si. Kekerasan pada perempuan setiap tahunnya mengalami angka peningkatan yang sangat signifikan, ditunjukan dengan data yang dikeluarkan setiap tahunnya oleh Komnas Perempuan berupa Catatan pada tahun 2020. Kekerasan pada perempuan yang paling berisiko adalah kekerasan dalam ranah personal dan hubungan personal (hubungan pribadi/pacaran). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kekerasan yang terjadi pada perempuan; Menganalisis pelayanan konseling konselor P2TP2A Kota Bogor pada perempuan korban kekerasan; Menganalisis tindakan persuasif dalam fungsi komunikasi instrumental konselor P2TP2A Kota Bogor pada pendampingan perempuan korban kekerasan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif untuk memaparkan keadaan objek yang diteliti, sesuai situasi dan kondisi ketika penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci, ahli dan insidental serta dokumentasi proses penelitian. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kekerasan yang terjadi pada perempuan banyak dilakukan baik secara fisik dan psikis. Perempuan korban kekerasan yang terjadi khususnya di Kota Bogor banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi, lingkungan dan pendidikan. (2) Kepribadian seorang konselor sangat mempengaruhi proses berjalannya pelayanan konseling pada pendampingan perempuan korban kekerasan di P2TP2A. Pelayanan yang diberikan oleh P2TP2A ini sebagai bentuk untuk mewujudkan hak-hak perempuan korban kekerasan yaitu kebenaran, perlindungan, keadilan dan pemulihan. (3) Persuasif dalam fungsi komunikasi instrumental yang digunakan konselor pada pendampingan perempuan korban kekerasan yaitu melakukan sosialisasi, memberikan dukungan, berempati dan selalu bersikap positif. Kesimpulan penelitian adalah kekerasan yang terjadi pada perempuan yaitu secara fisik dan psikis sangat menyalahi aturan dan norma. Pemerintah memberikan perhatian khusus dengan adanya layanan konseling oleh P2TP2A yang dilakukan berdasarkan tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir untuk mencapai keberhasilan proses konseling tersebut, sedangkan teknik komunikasi persuasif dalam komunikasi instrumental merupakan hal pokok dan penting untuk seorang konselor 
Institution Info

Universitas Djuanda