Abstract :
SEPTIAN JULIANSYAH, Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda Bogor, 2020, MAKNA LIRIK
Karya Sunan Kalijaga), pembimbing I: Dr. H. Muhammad luthfie, Drs. M.Si.
Pembimbing II: Dr. Ali Alamsyah Kusumadinata, S.P., M.Si.
Lagu Lingsir Wengi Karya Sunan Kalijaga telah mengalami perubahan dan
membuat persepsi masyarakat merujuk kepada hal yang dinilai negatif. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui makna lirik lagu Lingsir Wengi Karya Sunan
kalijaga¸ dengan melihat makna denotatif, konotatif , dan mitos. Penulis
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dalam
penelitian ini. Pengumpulan data dengan Teknik observasi, dokumentasi, dan
wawancara. Teknik analisis data menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Makna denotasi dalam lirik lagu Lingsir Wengi tentang tuntunan untuk berdo`a
meminta perlindungan tersebut khususnya diamalkan pada malam hari. Makna
konotasi secara keseluruhan menceritakan makhluk individu yang setiap tengah
malam terbangun dari tidurnya dan ingin melaksanakan kewajiban shalat tahajud
dan berdo`a agar diberi keselamatan dari malapetaka. Kidung ini diciptakan oleh
Sunan Kalijaga saat orang-orang yang berada didekatnya terserang penyakit dan
disana masih jarag tabib, akhirnya Sunan Kalijaga menciptakan kidung Lingsir
Wengi ini untuk menjaga diri, dan juga untuk mengingatkan kita untuk selalu
mendekatkan diri kepada Tuhan supaya terhindar dari kutukan serta malapetaka
Kidung Rumeksa Ing Wengi atau lebih dikenal sabagi Lingsir Wengi adalah doa
yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yang tetap relevan hingga saat ini. Mitos
dalam lirik lagu ini yaitu seseorang yang sedang dalam keadaan marah atau gusar
pada tengah malam, dipanggilnya makhluk ghaib ini bertujuan untuk mencelakai
siapapun yang membuat marah seseorang. Sebenarnya lagu Lingsir Wengi adalah
lagu spiritual yang memperlihatkan model dakwah yang dikomunikasikan secara
persial oleh penciptanya.