Abstract :
CAHAYA AHMAD CHOLIS, Program Studi Sains Komunikasi,Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda, 2020, Komunikasi Interpersonal Sebagai
Motivasi Siswa Dalam Meraih Pendidikan Tinggi (Studi Pada SMA Negeri 1 Ciawi),
Pembimbing I:, Ike Atikah Ratnamulyani, S.Sos., M.M., M.Si Pembimbing II: Ali
Alamsyah Kusumadinata, SP., M.Si.
Komunikasi interpersonal terjadi dengan siapapun dan dimanapun, salah
satunya komunikasi interpersonal antar guru dan siswa di SMA Negeri 1 Ciawi.
Permasalahan siswa SMA Negeri 1 Ciawi yaitu siswa yang kurang menerima
komunikasi guru dan siswa yang kurang termotivasi untuk melanjutkan ke pendidikan
tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi
interpersonal sebagai motivasi belajar siswa dalam meraih pendidikan tinggi.
Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, data primer diperoleh
dengan teknik observasi dan wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari
dokumentasi dan data lapangan.
Proses komunikasi interpersonal guru dan siswa di SMA Negeri 1 Ciawi
berjalan dengan dua arah, guru mengkomunikasikan materi dan siswa bertanya kepada
guru, respon guru dan siswa juga menunjukkan arah komunikasi yang efektif dimana
guru sangat positif, antusias dan responsif terhadap pertanyaan siswa, sedangkan siswa
juga senang dengan materi dan jawaban dari guru, apalagi dengan pembawaan guru
yang baik. Analisis menggunakan Hymes menyebutkan komponen etnografi
komunikasi interpersonal disusun menjadi akronim SPEAKING digambarkan dalam
bahasa Inggris, yang meliputi: (1) Situation (situasi berkenaan dengan waktu dan
tempat), (2) Participants (pihak-pihak yang terlibat dalam pertuturan, yakni
komunikator dan komunikan), (3) Ends (yaitu maksud dan tujuan komunikasi), (4) Art
Sequences (bentuk komunikasi, berkenaan dengan kata-kata yang digunakan), (5) Key
(nada, cara, semangat, volume suara pada kata tertentu), (6) Instrumentalities (media
komunikasi), (7) Norms (aturan dalam komunikasi), dan (8) Genres (bentuk
komunikasi). Motivasi di penelitian ini meliputi (1) dorongan (bentuk motivasi), (2)
arah (motivasi guru dan teman siswa khusus bagi siswa yang kurang termotivasi) dan
(3) penyeleksian perbuatan (tujuan motivasi guru berupa hal yang harus atau dilarang
dilakukan oleh siswa). Kesimpulan penelitian ini yaitu komunikasi motivasi mengarah
kepada tujuan siswa agar mereka dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi yang sesuai
dengan kemampuan siswa.