Abstract :
Jihan Nur Syifa, NIM: H.1710525.
Efektivitas Kegiatan Pembelajaran Tahfidz Alquran Pada Adaptasi Kebiasaan Baru Pasca
Pandemi di SDIT Al Ishmah. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Djuanda Bogor.2022.
Kata Kunci : Efektivitas, Kegiatan Pembelajaran, Adaptasi Kebiasaan Baru
(XV+84+Lampiran)
Tujuan dari penelitian ini adalah, 1. Mengetahui apakah pembelajaran tahfidz efektif
pada masa adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi, 2. Mengetahui apa kelebihan dan
kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tahfidz pada adaptasi kebiasaan baru
pasca pandemi. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif deskriptif
dengan jenis studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan (1) Kegiatan pembelajaran
tahfidz pada adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi pada intinya sudah efektif. Dengan
adanya metode ummi untuk pembelajaran Alquran menjadikan pembelajaran tahfidz mudah,
baik dan menyenangkan, sehingga para siswapun senang dan bersemangat untuk menghafal
Alquran dan mengaji. Pada jaman sekarang kita kekurangan manusia yang mau mempelajari
Alquran, banyak orang pintar tetapi tidak bisa membaca ayat suci Alquran. Karena percuma
saja ketika kita pintar tetapi tidak bisa membaca Ayat suci Alquran itu akan berdampak
kurang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam
pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Alquran pada masa adptasi kebiasaan baru (2) Kelebihan
dalam kegiatan pembelajaran Tahfidz Alquran yaitu pembelajaran mulai meningkat kembali
dibandingkan pada saat pandemi, pembelajaran jadi kondusif dan bisa tertata dengan baik
siswanya, dan mudah untuk membenarkan jika ada yang salah. Adapun kekurangan dalam
kegiatan pembelajaran Tahfidz Alquran pasca pandemi ini yaitu Berkurangnya waktu
pembelajaran tahfidz, Kemampuan yang dimiliki peserta didik itu berbeda-beda maka butuh
bradaptasi kembali dengan guru jika ada peserta didik yang masih belum lancar membaca
iqra/Alquran, dan Interaksi siswa dan guru kurang maksimal, memakai masker saat
pembelajaran berlangsung, dan harus menjaga jarak aman dengan teman-teman. Saran dari
penulis untuk akademisi agar mencari sumber dan referensi sebnayak-banyaknya