DETAIL DOCUMENT
ANALISIS MODEL PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN KELAS BERBASIS BLENDED DI MASA PANDEMI (Studi Kasus di Kelas XI SMK YMA Mega Mendung)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Djuanda
Author
Milenia Vebriyanti., Mega
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2023-01-17 04:28:08 
Abstract :
Mega Milenia Vebriyanti. Nim F.1810721. Analisis Model Pendekatan Sosio Emosional dalam Pengelolaan Kelas Berbasis Blended di Masa Pandemi: Studi Kasus Kelas XI SMK YMA Mega Mendung. Skripsi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru, Universitas Djuanda Bogor. 2018. Sistem berbasis blended ini menjawab keresahan sekolah terkait proses pembelajaran daring yang memiliki banyak kendala dan keluhan dari peserta didik, guru, maupun orangtua siswa. Namun dalam tahap penyesuaian kondisi dan suasana belajar, terutama pada kesiapan pikiran serta semangat anak dalam melakukan pembelajaran tatap muka, guru memerlukan strategi atau perhatian yang lebih untuk mengembalikan gairah serta fokus peserta didik dalam pembelajaran. Hal tersebut memerlukan pendekatan yang berorientasi pada penciptaan kedekatan dan pengenalan secara utuh, yaitu pendekatan sosio emosional. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Penerapan pendekatan sosio emosional oleh guru dalam pengelolaan kelas XI dengan sistem berbasis blended di Masa Pandemi, 2) Penerapan pendekatan sosio emosional pada siswa dalam pengelolaan kelas XI dengan sistem berbasis blended di masa pandemi, 3) Penerapan pendekatan sosio emosional pada proses pembelajaran dalam pengelolaan kelas dengan sistem berbasis blended di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada 14 informan penelitian, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Guru sudah menerapkan tiga dari lima karakteristik untuk menciptakan iklim sosio emosional yang baik yaitu, (a) adanya kebebasan, (b) saling ketergantungan, dan (c) saling memenuhi kebutuhan. Adapun sikap responsif belum dimiliki guru secara keseluruhan, namun sudah dimiliki oleh siswa. Sedangkan keterbukaan antara pendidik dan peserta didik memang belum ada tercipta. Kemudian ada lima dari enam prinsip yang harus diketahui yang sudah diterapkan oleh guru kelas XI, yaitu: (a) Hangat dan antusias, (b) Tantangan, (c) Bervariasi, (d) Keluwesan, dan (e) menekankan pada hal-hal positif. Adapun prinsip penanaman disiplin diri memang belum diterapkan secara maksimal oleh guru dalam melakukan tindak lanjut kepada peserta didik yang melakukan pelanggara 
Institution Info

Universitas Djuanda