Abstract :
Daun katuk merupakan tanaman herbal yang memiliki senyawa aktif yaitu
antioksidan dan antibiotik, sehingga berpotensi untuk dijadikan feed additive.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh pemberian tepung daun
katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum terhadap persentase karkas ayam
KUB. Penelitian ini dilaksanakan selama 63 hari mulai tanggal 31 Oktober ? 27
Desember 2020, bertempat di kampung Nambo Cipeuntas, Desa Taman Sari,
kecamatan Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga
totalnya 16 unit satuan pengamatan, masing-masing unit terdiri atas 6 ekor ayam
KUB. Data ini dianalisis ANOVA dan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan
yaitu: RO= Tida09k ada pemberian tepung daun katuk dalam ransum, R1=
Pemberian 1% tepung daun katuk dalam ransum, R2= Pemberian 2% tepung daun
katuk dalam ransum, R3= Pemberian 3% tepung daun katuk dalam ransum.
Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah bobot potong, bobot karkas,
persentase karkas, persentase paha, persentase dada, persentase sayap dan
persentase punggung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung
daun katuk dalam ransum sampai level 3% tidak berpengaruh nyata (P>0,05)
terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, Persentase paha,
persentase dada, persentase sayap dan persentase punggung pada ayam KUB.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penambahan tepung daun katuk sampai
level 3% dalam ransum belum memberikan dampak atau peningkatan terhadap
bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase paha, persentase dada,
persentase sayap dan persentase punggung ayam KUB. Saran dari penelitian ini
level pemberian tepung daun katuk dalam ransum pada ayam KUB diberikan
lebih dari 3%